BUKA DATA: Upaya Luwu Tekan Corona, Kasus Aktif 72, Sembuh 542, Vaksinasi Baru 79,82 Persen

64
ADVERTISEMENT

LUWU–Hingga Senin 22 Februari 2021, jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Luwu yang telah menjalani vaksinasi dosis pertama baru sekitar 1.590 atau 79,82 persen dari jumlah target/sasaran yang sebesar 1.992 orang Nakes.

Sedangkan untuk dosis kedua, tercatat baru 48,5 persen atau 966 orang Nakes.

ADVERTISEMENT

Angka-angka ini diinformasikan oleh Dwi Eni Sulistyaningsih, Surveilans Covid-19 Kab. Luwu saat dihubungi Koran Seruya, Selasa 23 Februari 2021.

“Masih ada 402 orang yang belum vaksin untuk dosis pertama, ada berbagai alasan, salah satunya ada yang baru sembuh dari Covid-19 atau berstatus Penyintas dan sebab lainnya,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Penyuntikan vaksin Covid-19 di Luwu bagi seluruh tenaga kesehatan yang bekerja pada fasilitas kesehatan dilaksanakan serentak di 22 puskesmas dan 2 rumah sakit.

Menurut Plt Kadinkes Luwu, dr Rosnawary vaksinasi dosis kedua bagi tenaga kesehatan direncanakan hingga 28 Februari 2021, melansir situs resmi Pemkab Luwu.

Pihak dinas kesehatan juga sementara melakukan koordinasi dan pendataan untuk mempersiapkan vaksinasi covid-19 tahap kedua bagi TNI, Polri dan petugas pelayanan publik.

Dipantau di website: covid19.luwukab.go.id data statistik di kabupaten induk Tana Luwu itu, untuk kasus aktif 72 (sedang dirawat), sembuh 542, dan meninggal 19 orang. Jumlah kasus terkonfirmasi 633 orang.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang dalam berbagai kesempatan tak henti menggaungkan agar warga Kabupaten Luwu tetap pro aktif menjaga diri dan keluarganya dari bahaya covid-19 dengan mematuhi imbauan pemerintah serta melaksanakan protokol kesehatan, dengan slogan yang sudah tak asing lagi yakni 3 M. Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta menghindari sementara kerumunan.

Info Grafis Data Vaksinasi di Luwu:

 

Mungkin gambar teks yang menyatakan 'PEMERINTAH KABUPATEN LUWU KOMINFO DATA PANTAUAN COVID 19 KABUPATEN LUWU UPDATE 17.00 WITA SENIN, 22 FEBRUARI 2021 KONTAK ERAT 361 SUSPEK 257 TERKONFIRMASI Pemantauan 50 Selesai 311 633 Proses Probable Selesai 10 1 246 Perawatan 72 Sembuh 542 Meninggal 19 Iam diskominfo.luwu f Dinas Kominfo Luwu'

Mungkin gambar peta dan teks yang menyatakan 'PEMERINTAH KABUPATEN LUWU PETA SEBARAN COVID-19 KABUPATEN LUWU KOMINFO SENIN, 22 2021 PUKUL .00 WITA 361 633 WALENRANG BARAT KET. Kontak UTARA Terkonfirmasi LAMASI WALENRANG TIMUR BASTEM UTARA WALENRANG TIMUR 12 BASTEM BUA PONRANG BUA PONRANG BAJO BARAT PONRANG SELATAN BAJO 2 LATIMOJONG. KAMANRE BELOPA UTARA 81 2 SULI BARAT BELOPA SULI LAROMPONG SELATAN LAROMPONG 5 diskominfo.luwu Dinas Kominfo Luwu'

Imbauan bupati Luwu:

 

(mita/iys)

Baru 44.579 Tenaga Kesehatan di Sulsel yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

 

MAKASSAR–Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan masih terus melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) sejak 14 Januari 2021 lalu. Hingga saat ini, sebanyak 44.579 nakes telah menerima suntikan pertama vaksinasi Covid-19, sementara total penerima dosis kedua vaksin corona adalah 5.859 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR mengatakan, proses vaksinasi di kabupaten/kota di Sulsel masih terus berjalan. Setiap hari, ada laporan harian jumlah nakes yang divaksin untuk direkapitulasi Dinkes Sulsel.

Untuk dosis pertama, sudah ada 68,74 persen orang yang divaksin tahap pertama, sedangkan dosis kedua ada 5.859 orang atau 9 persen nakes yang telah disuntik vaksin covid-19 di Sulsel. Data tersebut diambil sejak 14 Januari hingga 16 Februari 2021 dari laporan harian manual kabupaten/kota.

“Totalnya 44.579 orang dan dosis kedua ada 5.859 orang. Kami harap akhir februari semuanya sudah selesai,” kata dr Nurul, Rabu 17 Februari 2021.

Selain itu, ada 10.059 atau 15,51 persen nakes yang ditunda mendapatkan vaksinasi dosis pertama dikarenakan beberapa faktor. Kemudian, ada 123 nakes yang ditunda mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

“Persyaratan penerima vaksin kini semakin melebar. Banyak nakes yang kemarin tidak memenuhi syarat, kini sudah bisa divaksin. Contohnya tekanan darah kini berkisar 180/110, lansia sudah bisa divaksin, penderita kanker yang sudah stabil pun juga sudah boleh, ibu menyusui dan penyintas covid-19 kini juga lolos skrining,” jelasnya.

Adapun rincian realisasi vaksinasi covid-19 bagi nakes pada 16 Februari 2021 untuk tingkat kabupaten berdasarkan laporan harian, yakni Kepulauan Selayar sebanyak 101 nakes dosis pertama 64 nakes dosis kedua, Bantaeng 29 nakes dosis pertama 62 nakes dosis kedua, Jeneponto 126 nakes dosis pertama 43 dosis kedua.

Selanjutnya, Takalar 41 nakes dosis pertama 97 dosis kedua, Gowa 65 nakes dosis perrama 59 dosis kedua, Sinjai 98 nakes dosis pertama 253 dosis kedua, Maros 18 nakes dosis pertama 32 dosis kedua, Pangkep 176 nakes dosis pertama 292 dosis kedua, Barru 41 nakes dosis pertama 42 dosis kedua.

Kemudian, Bone 184 nakes dosis pertama dan tidak untuk dosis kedua, Soppeng 37 nakes dosis pertama 305 dosis kedua, Wajo 118 nakes dosis pertama dan tidak ada di dosis kedua, Sidrap tidak ada nakes didosis pertama 12 didosis kedua, Pinrang tidak nakes didosis pertama 515 didosis kedua.

Lanjut, Enrekang 37 nakes didosis pertama dan tidak ada didosis kedua, Tana Toraja 27 nakes dosis pertama 128 dosis kedua, Luwu Utara 65 nakes dosis pertama 31 dosis kedua, Lutim 29 nakes dosis pertam 307 dosis kedua, Toraja Utara 32 nakes dosis pertama dan tidak ada didosis kedua, Makassar 218 nakes dosis pertama 312 dosis kedua, Parepare 84 nakes dosis pertama 267 dosis kedua.

Sementara Bulukumba dan Luwu belum melaporkan data harian.

Secara prosedural, Nakes dijadwalkan menerima Vaksin jenis Sinovac ini sebanyak dua dosis, dengan jarak 14-28 hari antara penyuntikan perdana dan kedua.

(*)

Tak Ada Kasus Baru di Luwu Timur

LUTIM–Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Timur, Masdin mengonfirmasi adanya tambahan 15 pasien positif virus corona atau Covid-19 sembuh pada Senin (22/2/2021). Sebaliknya, tak ada penambahan kasus baru.

“Alhamdulillah kasus baru hari ini tidak ada. Semoga ini menjadi pertanda bahwa pandemi ini akan segera berakhir,” ungkap Masdi seperti dikutip dari laman Pemkab Luwu Timur.

Masdin merinci, 15 pasien sembuh di Kabupaten Luwu Timur hari ini berasal dari Kecamatan Nuha 8, Kecamatan Wasuponda 2, Kecamatan Tomoni 2. Sementara 3 orang lainnya masing-masing dari Kecamatan Burau, Wotu dan Towuti.

“Tambahan tersebut membuat angka pasien yang tengah dirawat akibat terpapar Covid-19 menurun, karena berkat penambahan tersebut kini jumlah total pasien sembuh/selesai isolasi menjadi 3.333,” sambung Masdin dikutip di laman Sindonews.

Tambahan 15 pasien sembuh itu kata Masdin, membuat total pasien positif Covid-19 di Luwu Timur yang masih dalam perawatan tersisa 142 orang.

(***)

 

Lutim Lanjut Penyuntikan Dosis Kedua

 

LUTIM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur kembali melaksanakan vaksinasi Vaksin Sinovac tahap dua bagi tenaga medis.

Vaksinasi tahap dua berlangsung dari Senin (15/2/2/2021) dan berlanjut sampai hari ini di RSUD I La Galigo Wotu dan sejumlah puskesmas di Luwu Timur.

“Vaksinasi tahap kedua dilanjutkan hari ini. Kemarin sejumlah pejabat sudah divaksin di RSUD I La Galigo,” kata Ketua Tim Pelaksana Program Vaksinasi atau Penyuntikan Vaksin Covid-19 Luwu Timur, Andi Tulleng melansir TribunLutim.com, Selasa pekan lalu.

Untuk vaksinasi tahap dua ini, ada 1.560 vaksin yang akan disuntikan ke tenaga medis. Jumlah ini sama dengan vaksinasi tahap pertama.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Luwu Timur ini mengatakan vaksinasi tahap dua ditargetkan selesai 26 Februari 2021.

“Karena yang paling banyak tenaga medis divaksin itu di RSUD I La Galigo,” katanya.

Setelah tenaga medis, kata Andi Tulleng, vaksinasi akan diberikan kepada golongan publik dalam hal ini, ASN, Polri dan TNI.

“Kami sudah kirim datanya. Cuma masih kurang yang kasih masuk,” imbuh Andi Tulleng.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Luwu Timur, Baso Simun mengatakan, petugas kesehatan yang PNS di Luwu Timur berjumlah 782 orang.

Sedangkan upah jasa itu sebanyak 644 orang dan tenaga sukarela untuk saat ini sebanyak 511 orang.

“Khusus untuk tenaga sukarela jumlahnya tidak tetap karena terkadang mereka keluar atau mengundurkan diri karena mau kerja di tempat lain,” kata Baso.

(*)

ADVERTISEMENT