Cari Madu di Hutan, Warga Palopo Ini Malah Temukan Mayat Warga Salubulo yang Dilaporkan Hilang 13 Hari

12180
Tahrir alias Ari yang dilaporkan keluarganya hilang dari rumah sejak 13 hari lalu ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun milik warga di Kambo, Senin (30/12/2019)

PALOPO–Hasrianto alias Papa Mawar, 36 tahun, seperti biasanya setiap pagi berangkat mencari madu di hutan, di wilayah Lebang dan sekitarnya, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Seperti biasanya, Senin (30/12/2019), sekitar pukul 08:00 Wita pagi, Hasrianto kembali masuk hutan untuk mencari madu.

Namun, saat melintasi kebun salah seorang warga di  Km 07 Lebang,  Hasrianto kaget menyaksikan sesosok mayat tergeletak dalam kebun itu. Dia kemudian menyampaikan kepada warga mengenai adanya mayat di kebun milik Alm Margulan.

Polisi juga dilapori mengenai penemuan mayat tersebut. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut adalah Tahrir alias Ari, 70 tahun.


Mayat Tahrir saat ditemukan warga tergeletak di salah satu kebun di Kambo

Menurut Juhaepa, 58 tahun, adik Tahrir, bahwa kakaknya yang ditemukan meninggal dunia tersebut sudah 13 hari hilang dari rumah. Bahkan, keluarganya sudah mencarinya sampai ke Wotu, Masamba, termasuk wilayah Toraja.

“Kakak saya yang ditemukan meninggal dunia di kebun itu, mengalami gangguan jiwa. Kami sudah mencarinya kemana-kemana, sejak hilang dari rumah 13 hari lalu,” ujar Juhaepa, warga Jalan Pongtiku, Salubulo, Kota Palopo.

Kabar hilangnya Tahrir alias Ari ini sempat diposting Asnawi Mas’ud, salah satu warga Kota Palopo melalui akun facebooknya. Asnawi memposting foto Ari yang dikabarkan sejak seminggu menghilang dari rumahnya, dan Tahrir dikabarkan mengalami gangguan jiwa. (iys)