Data Fakta Banjir dan Longsor di Walmas, Basmin Mattayang: Jangan Ada Korban Kelaparan

182
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang
ADVERTISEMENT

BUPATI Luwu, DR H. Basmin Mattayang, turun langsung meninjau posko induk bancana banjir bandang dan longsor di Batusitanduk Kecamatan Walenrang, Senin (4/10/2021). Bupati didampingi perwakilan dari Kementerian Sosial, dan Komandan Batalyon (Danyon) D. Pelopor, Kompol Muh. Agus, serta seluruh Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

Bupati Luwu ingin memastikan ketersediaan bantuan di posko induk, ketersediaan makanan dan minuman termasuk perlengkapan tidur masyarakat korban banjir. “Hari ini (kemarin) kita turun meninjau posko induk dan beberapa posko lainnya di beberapa desa yang terkena banjir di Walenrang Barat dan Walenrang Utara,” kata Basmin.

“Alhamdulillah, saya lihat ketersediaan bantuan di posko cukup, ini sesuai perintah saya agar seluruh OPD di Luwu, seluruh kepala dinas turun langsung membantu sesuai kemampuan, sesuai tupoksi mereka dan membantu atas rasa kemanusiaan. Saya tidak inginkan ada sanak saudara kita yang tertimpa bencana ini, mengalami kelaparan. Segera lakukan tanggap darurat bencana,” lanjutnya.

Dalam kunjungannya, Basmin Mattayang juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat anak Kepala Desa Ilan Batu, yang tertimbun longsor bersama rumah orangtuanya di Desa Ilan Batu. “Atas nama Pemkab Luwu dan atas nama pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Kades Ilan Batu atas musibah ini,” kata Basmin.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada 12.000 jiwa dalam satu kecamatan terisolasi akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Bencana ini terjadi dipicu intensitas tinggi hingga meluapnya Sungai Batusitanduk, Minggu (3/10/2021) petang lalu.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, dari pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, banjir bandang dan tanah longsor berdampak di enam kecamatan. Yakni Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi dan Lemasi Timur.

ADVERTISEMENT

“Korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor sebanyak 127 jiwa. Sebanyak 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 orang di masjid Walenrang Timur. Selain itu, ada 12.000 jiwa terisolasi di Kecamatan Walenrang Barat,” ujar Abdul Muhari, Senin (4/10/2021).

BPBD Luwu juga mencatat ada empat orang hilang dalam peristiwa tersebut. Dari keempat orang, satu telah ditemukan dalam kondisi selamat dan tiga lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, ada 20 orang yang sebelumnya dirawat secara intensif di Puskesmas Lamasi kini telah kembali ke kediaman masing-masing.

Dalam bencana ini, kerugian material sementara ada empat unit rumah rusak berat, dua rumah hanyut dan 60 rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 1-3 meter. (hwn)

ADVERTISEMENT