Bupati Luwu Tinjau Jalan Amblas Poros Kamanre, Basmin Mattayang: Perbaikan Tunggu Tim PJN Sulsel

144
Bupati Luwu, Basmin Mattayang saat meninjau jalan amblas di ruas jalan poros Palopo-Belopa tepatnya di perbatasan Desa Salupareman–Tarramatekkeng, Kabupaten Luwu
ADVERTISEMENT

BELOPA–Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang meninjau lokasi tanah bergerak pada Jalan Poros Palopo-Belopa yang berada di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Rabu (14/07/2021).

Akibat kejadian ini, bahu jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan wilayah Palopo-Luwu nyaris amblas ke sungai. Sepanjang 50 meter pada sisi kiri jalan dari arah Belopa nampak terbelah selebar kurang lebih 70 cm.

ADVERTISEMENT

Dalam peninjau itu, Basmin menyebutkan tujuannya melakukan kunjungan bersama instansi terkait untuk mengetahui kondisi di lapangan untuk menentukan langkah yang dapat ditindaklanjuti segera.

“Ini sudah ada dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, mereka yang punya tupoksi karena ini jalan nasional. Kalau ini jalan Kabupaten, mungkin hari ini langsung kita kerjakan,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Basmin juga menceritakan bahwa salah satu penyebab bergesernya tanah ini akibat tingkat kerawanan sungai dan kondisi tanah yang labil. Selain itu juga akibat tingginya curah hujan pada akhir-akhir ini serta minimnya pohon atau tumbuhan pelindung pada bantaran sungai.

“Perlu diketahui bahwa daerah ini bekas jembatan atau tanggul, waktu saya kecil jembatan ini sekitar 100 meter yang sering dilewati air ketika banjir. Jadi memang agak labil tanahnya,” papar Basmin.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto menuturkan telah melakukan survei untuk jalur alternatif, namun jalanan sempit dan hanya bisa kendaraan kecil. Sehinga untuk sementara selama proses perbaikan, arus lalu lintas dibuat satu arah atau buka tutup jalan. Selain itu, jalanan juga akan diperlebar ke ruas kanan dari arah Belopa.

Proses pengerjaan masih menunggu tim konsultan perencanaan Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan yang masih dalam perjalanan yang akan memeriksa menggunakan alat untuk mengetahui kondisi tanah agar dapat menentukan tindakan yang tepat untuk dilakukan perbaikan.

“Untuk tindakan darurat, arus lalu lintas dibuat satu arah dan menutup retakan tanah dengan terpal untuk mengurangi air yang masuk saat hujan,” jelas Yansen dari Satker PJN Wilayah dua Sulsel.

Diberitakan koranseruya.com sebelumnya, ruas jalan poros Palopo-Belopa tepatnya di perbatasan Desa Salupareman–Tarramatekkeng, Kabupaten Luwu amblas, Selasa (13/7/2021) dini hari. Kondisi lokasi amblasnya jalan itu cukup parah.

Aspal di median jalan Nasional itu juga terlihat retak layaknya baru dilanda gempa. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas, masyarakat berinisiatif memasang rambu agar pengendara agar lebih berhati-hati. Kondisi jalan yang amblas memiliki kedalaman bervariasi antara 15 hingga 40 cm.

Walau amblasnya jalan itu merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulsel, Dinas PUPR Luwu tetap melakukan antisipasi agar dampak kerusakan jalan tidak terlalu besar.

“Kami tetap melakukan upaya penanganan yang bisa mengurangi dampak terhadap kerusakan jalan. Salah satu upaya kami ialah mengisi material pada beberapa lubang yang terjadi sebagai antisipasi kerusakan yang lebih besar, terutama jika terjadi hujan,” Kata Kepala Dinas PUPR Luwu, Ikhsan Assad saat dihubungi Koran SeruYA, Selasa (13/7/2021).

Sementara itu, BPBD Luwu melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebanyak empat orang bersama tenaga teknis telah melakukan survei ke lokasi dan koordinasi dengan Dinas PUPR dan aparat desa setempat.

Hasil hipotesa BPBD Luwu menyebutkan penyebab kejadian longsor diduga akibat terjadi abrasi pada tepi Sungai Pareman yang langsung berbatasan dengan bahu jalan. Tingginya volume debit air sejak Senin (22/7/2021) karena hujan pada kawasan hulu sungai di pengunungan Bastem dan Bastem Utara mempengaruhi struktur tanah merah yang labil pada tepi sungai.

“Struktur talud penahan bahu jalan yang telah ada menjadi rusak akibat tanah timbunan yang turun dan menimbulkan area kosong dibawah balok/ talud tersebut,” jelas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Luwu, Kosmas Toding.

Kosmas menjelaskan Balai Jalan Nasional Sulsel telah melakukan survei dan assement. Sorenya Dinas PUPR sedang melakukan penimbunan sirtu untuk lobang-lobang yang terbuka pada area bahu dan badan jalan.

“Dinas Perhubungan dan Polres Luwu telah mengamankan lokasi dan pengalihan arus dengan penutupan sementara 1 sisi badan jalan. BPBD Luwu telah mengintruksikan dan menghimbau warga yang masih mendiami warung/kios untuk sementara menutup kios dan mengungsi sementara untuk menghindari dampak longsor semakin meluas dan menghindari korban jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Awal, warga sekitar mengatakan terpaksa harus mengosongkan kiosnya untuk menghindari terjadinya longsor susulan di tepi sungai yang mengakibatkan jalan amblas. Bahkan, ada sebuah warung yang terpaksa dirobohkan lantaran dinilai sudah tidak layak untuk ditempati.

“Kami diimbau agar mengosongkan kios. Kami berharap Pemerintah dapat segera memperbaiki jalan ini agar kami bisa kembali berjualan seperti semula,” harap Awal.

Diketahui Terjadi tanah longsor pada area sempadan Sungai Pareman dan area bahu jalan nasional poros Belopa-Palopo. Kejadian ini menyebabkan struktur tanah runtuh dan terjadi retakan pada bahu dan badan jalan. Kondisi di lokasi terjadi tanah runtuh sepanjang 120 m dengan lebar 5 m pada bahu jalan dan 3 m pada badan jalan.

Kawasan tepi Sungai Pareman di perbatasan dengan Desa Tarramatekkeng tersebut dikenal sebagai daerah wisata kuliner, dimana banyak terdapat lapak-lapak penjual jagung yang menjadi ciri khas tersendiri kawasan tersebut. (hwn/liq)

ADVERTISEMENT