Demokrat Sulsel Telat Keluarkan Rekomendasi Usungan di Pilkada 2020, Ini Alasannya

504
Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah

MAKASSAR–Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah memastikan, partainya tak akan buru-buru menentukan pasangan calon kepala daerah yang diusung di Pilkada 12 daerah di Sulsel.

“Ini kan pilkada masih lama. Jadi kita biarkan berjalan saja dulu. Tak usah buru-buru mengeluarkan dukungan,” kata Ni’matullah di Makassar, baru-baru ini di Makassar.

Jika dibandingkan dengan Demokrat, partai lain bahkan telah mengeluarkan arah dukungan saat ini. Sebut saja PAN di Maros, Gowa dan Bulukumba; PPP di Gowa dan Bulukumba. Serta Nasdem di Maros, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Sementara itu, Demokrat ialah satu-satunya yang memiliki pergerakan lambat untuk pilkada 2020. Partai ini bahkan menjadi yang terbelakang membuka penjaringan.

Diketahui, penjaringan bakal calon telah berakhir di DPC Demokrat kabupaten dan kota. Hanya saja, DPD juga masih akan membuka ruang bagi kandidat yang masih ingin mendaftar.

“Mulai bulan satu (Januari) ini sampai Maret kita akan buka di DPD. Karena bulan tiga (Maret) nanti akan ada fit (uji kepatutan kandidat) di DPD,” ungkap Ulla, sapaan Ni’matullah.

Ulla melanjutkan, partainya baru akan memberi sinyal dukungan usai fit and proper test atau pada Maret 2020. Itu pun diprediksi baru sebagai surat tugas. “Mungkin bulan tiga (Maret) baru kita beri surat tugas. Itu pun kita pasti akan bantu kandidat untuk mencari pasangan atau partainya,” ujarnya.

Pada 2018 lalu, Demokrat menjadi penentu di pilkada Sidrap. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini mencukupkan dukungan pasangan Dollah Mando dan Mahmud Yusuf. “Kami tak ingin buru-buru menentukan siapa yang didukung. Tahapan juga masih lama. Dan saat ini masih berproses di DPD sampai bulan tiga (Maret),” jelas Ulla. (*/tari)