Derita Warga Tandung Palopo: Belum Nikmati Listrik, Jalan Hingga Pustu Rusak Berat…

1213
Warga Tandung saat menyampaikan aspirasi di ruang Komisi II DPRD Palopo, Selasa (23/10/18). Mereka diterima oleh Budiman dan Dahri Suli. (ft/asm)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Kondisi warga Tandung, Kelurahan Peta Kecamatan Sendana Kota Palopo cukup memprihatinkan. Wilayah tersebut dihuni sekitar 70-an Kepala Keluarga (KK).

Sudah 73 tahun Indonesia merdeka, mereka belum menikmati listrik. Ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, mereka menyiapkan pelita sebagai penerang hingga terbitnya matahari di pagi hari.

ADVERTISEMENT

Warga di sana sebenarnya tak tinggal diam. Keluh kesah mereka sudah berulang kali disampaikan melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Janji hanya tinggal janji. Tak mampu lagi menunggu, tiga warga Tandung mendatangi ruang komisi II DPRD Palopo, Selasa (23/10/18) siang. Mereka diantaranya Lubis, Ketua RW 4 Tandung, Samsuddin, Ketua RT2 Tandung dan Haidir, Ketua RW 7 Palilli Rante Pangalla. Kedatangan ketiga perwakilan warga Tandung itu karena setiap harinya dirongrong warganya. Mereka juga ingin diperhatikan seperti wilayah lainnya di Palopo.

ADVERTISEMENT

Ketiganya diterima oleh anggota Komisi II, Budiman dan Dahri Suli. Dengan perasaan yang cukup tegang, perlahan Lubis menyampaikan aspirasinya. Yang paling mendesak kata dia adalah perbaikan jalan kurang lebih sepanjang 9 kilometer.

“Dari pusat kota, kalau mau ke Tandung butuh waktu sekitar 1 jam. Sebenarnya dekat, tapi jalannya yang ekstrim dan rusak. Kami harap ada pengaspalan,” kata Lubis mengawali aspirasinya.

Tidak hanya jalan, mereka juga butuh penerangan. Di sana ada genset, tapi hanya dalam kondisi tertentu digunakan. Faktor biaya membuat genset hanya berfungsi di saat yang mendesak. “Malam kami gunakan pelita. Kami juga ingin menikmati listrik,” katanya.

Soal pendidikan di sana, Lubis mengaku tidak ada masalah. Cukup baik. Yang kurang adalah sektor kesehatan. Di wilayah itu terdapat puskesmas pembantu (pustu). Tapi sayang, bangunannya rusak parah dan tak layak pakai sejak ditimpa pohon tumbang bulan Januari lalu.

“Pustunya tidak difungsikan lagi. Jika ada warga yang sakit, saya yang mengantar petugas kesehatan ke rumah warga,” sebut Lubis.

Lubis mengaku sudah menyampaikan kondisi pustu yang rusak ke instansi terkait, tapi sejauh ini belum ada respon. “Sudah disampaikan, tapi belum ada tindaklanjut,” katanya.

Mendengar aspirasi itu, Budiman meminta kepada warga yang datang membawa aspirasi untuk bersabar. Pihaknya akan mengupayakan harapan mereka. “Ini akan kami tindaklanjuti. Mudah-mudahan bisa dianggarkan,” katanya.

Soal listrik di wilayah itu, Budiman mengaku sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak PLN. Hanya saja belum ada realisasi sejauh ini.

“Pihak PLN sudah lama janji, tapi sejauh ini belum ada realisasinya. Kita akan panggil semua instansi terkait untuk mendiskusikan ini. Termasuk soal pustu yang merupakan domain komisi I,” kata Budiman.

Sementara itu, Kepala PLN Ranting Palopo, Bontos yang dihubungi via ponselnya mengaku belum mengetahui secara pasti progres rencana masuknya listrik ke Tandung. “Sebentar saya kasi info detail. Lagi ada pertemuan,” singkat Bontos dibalik ponselnya.

Terpisah, Wawali Palopo Rahmat Masri Bandaso (RMB) sudah mendengar informasi warga Tandung membawa aspirasi ke DPRD Palopo. Informasi yang dihimpun, sepulangnya dari Bandung melakukan kunjungan kerja, RMB akan menjadwalkan nginap semalam di wilayah terisolir itu. Koordinasi lurah dengan camat sudah dilakukan. Tinggal menunggu waktu untuk berkunjung ke Tandung. Rencana dilakukan tudang sipulung bersama warga. (asm)

ADVERTISEMENT