Di Makassar, Tuntutan Pemekaran Luwu Tengah Juga Menggaung

1130
ADVERTISEMENT

MAKASSAR — Aksi unjuk rasa meminta pemerintah segera mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak saja terjadi di Walenrang Kabupaten Luwu, tetapi juga di ibukota provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (14/11).

Aksi digelar Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu (IPMIL) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu (GEMA) pas di depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Makassar.

ADVERTISEMENT

Aksi ratusan mahasiswa itu mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemekaran Luwu menjadi kabupaten Luwu dan kabupaten Luwu Tengah.

“Salah satu tuntutan kami adalah menagih janji Gubernur Nurdin Abdullah dalam komitmen pemekaran DOB Luwu Tengah. Luwu Tengah harus dimekarkan,” tegas Muh Kamil, salah satu demonstran.

Tuntutan lainnya, yaitu mendesak Gubernur Sulsel agar memfasilitasi Wija To Luwu bertemu Presiden dan Kemendagri, serta meminta penuntasan kasus pelanggaran HAM dalam penembakan peristiwa Walmas berdarah 6 tahun silam.

Akibat aksi unjurasa ini, arus lalulintas dari arah Pettarani ke Urip Sumoharjo mengalami kemacetan yang cukup panjang.

Bahkan para massa aksi ini menahan sebuah mobil untuk menutup jalan di depan kantor Gubernur Sulsel sebagai bentuk perlawanan mereka.

“Kami hanya ingin pemekaran, tolong pak Gubernur dengar aspirasi kami sekali saja,” teriak Mahasiswa.

Meski terus menggelar aksi dan mengepung kantor Gubernur, saat ini Gubernur Sulsel tengah berada di Jakarta untuk menghadiri rapat Forkopimda se Indonesia.

(*/Ist)

ADVERTISEMENT