Dispertanakbun Palopo Ikuti Rakor RIPK Berbahan Sagu dengan Balai Besar Kementan RI, Ini Tiga Masalah Utama yang Mengemuka

105
ADVERTISEMENT

PALOPO–Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) kota Palopo dan jajarannya mengikuti pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) Riset Pengembangan Inovasi dan Kolaborasi atau RIPK berbahan sagu yang digelar melalui virtual dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Kementerian Pertanian RI, Jumat, 21 Mei 2021.

Hal ini disampaikan Kadispertanakbun Palopo, Muh Ibnu Hasyim, saat dihubungi usai kegiatan, Jumat sore, 21 Mei 2021.

ADVERTISEMENT

Rapat koordinas RIPK ini sendiri bertajuk pengembangan model agroindustri pangan lokal inovatif berbahan sagu.

Rakor yang dihadiri pula oleh para kepala dinas yang ada di kawasan Luwu Raya tersebut membahas beberapa masalah seputar pengembangan tanaman sagu termasuk di kota Palopo.

ADVERTISEMENT

Hadir pula lewat virtual, Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian, Kepala Balai Besar Pasca Panen Kementan RI, Kadis Ketahanan Pangan Pemprov Sulsel, Peneliti dari Balai Pengembangan Pasca Panen Kementan dan lainnya.

“Dalam acara diskusi ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengembangan tanaman sagu di Palopo antara lain, pertama, masyarakat masih menganggap tanaman sagu bukan menjadi tanaman budidaya,” terang Ibnu Hasyim.

ADVERTISEMENT

Lanjut dia, “Masa panen yang cukup lama antara 7 sampai 10 tahun, juga jadi kendala perkembangan jumlah pertumbuhan tanaman sagu,” kata dia.

Dan ketiga, tanaman sagu yang ada sampai sekarang masih warisan nenek moyang dan pasca panen dalam hal harga jual masih rendah serta nilai kearifan lokal masih kental.

Ke depan, masih lanjut Kadispertanakbun, Pemerintah kota Palopo berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat terkait masalah bibit dan alat pengolahan pasca panen.

“Sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani sagu agar bisa meningkatkan lagi produktifitas tanaman sagu, bagi pengembangan model agroindustri pangan lokal inovatif berbahan sagu,” pungkas Ibnu.

(*)

ADVERTISEMENT