Dua Calon Paskibraka Nasional Asal Sulsel Diharap Jadi Model dan Modal Nasional, Satu dari Luwu Utara

99
Kedua Calon Paskibraka Nasional Bintang, Siswi SMA Negeri 7 Kabupaten Luwu Utara, Bintang, dan Muhammad Azwar, siswa SMA Negeri 3 Kabupaten Bone bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Andi Arwien Aziz. (Foto : Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

MAKASSAR — Dua Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional asal Provinsi Sulawesi Selatan resmi dilepas Pelaksana Harian (Plh) Gubernur, Abdul Hayat Gani, Rabu (13/7/2022) kemarin, di Kantor Gubernur, untuk mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka di Lemhanas RI, Jakarta.

Kedua Calon Paskibraka Nasional tersebut adalah Bintang, Siswi SMA Negeri 7 Kabupaten Luwu Utara, Bintang, dan Muhammad Azwar, siswa SMA Negeri 3 Kabupaten Bone.

ADVERTISEMENT

Keduanya akan mengikuti Diklat Paskibraka selama 40 hari sampai 17 Agustus 2022. Keduanya berkesempatan mengibarkan bendera di Istana Negara, langsung di hadapan Presiden RI.

Plh. Gubernur Abdul Hayat Gani berharap kedua Calon Paskibraka Nasional asal Sulsel ini dapat menjadi model dan modal secara nasional dalam rangka menata para generasi muda harapan bangsa agar menjadi generasi yang tangguh dan unggul.

“Pesan saya kepada kedua kader kita ini adalah bagaimana menjaga kesehatan, terutama bagaimana mengatur pola makan,” pesan Plh. Gubernur Abdul Hayat yang juga Sekretaris Dae

Abdul Hayat berharap, kedua calon Paskibraka asal Sulsel ini bisa menjadi pembimbing generasi selanjutnya di Sulsel. Yang paling penting, kata dia, bagaimana mengambil pelajaran besar selama mengikuti pelatihan di Lemhanas RI.

“Semua harus dipastikan, suka atau tidak suka, kita harus melakukan pembentukan karakter kebangsaan. Dan kita berharap, Calon Paskibraka ini dapat kembali membimbing adik-adik nantinya,” harapnya.

Hayat juga berharap, keduanya dapat mengikuti pemusatan latihan dengan baik dan lancar sampai pelaksanaan Upacara Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta.

“Saya juga berharap tidak terjadi apapun selama pemusatan Diklat berlangsung di Istana Negara,” harap mantan Direktur Kemensos RI itu.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulsel, Andi Arwin Azis, menyebutkan bahwa semua kebutuhan dalam Diklat akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Kegiatan ini menjadi kewenangan pemerintah pusat, baik soal pendanaan maupun kegiatan lainnya,” ungkap mantan Pj. Wali Kota Palopo ini.

Acara pelepasan yang dilangsungkan secara sederhana ini juga dihadiri oleh orang tua masing-masing dari perwakilan Calon Paskibraka Nasional asal Sulsel tersebut. (*/LH)

ADVERTISEMENT