Husler Pantau Ujian P3K, Harap Peserta Lulus 100 Persen

473
ADVERTISEMENT

LUTIM – Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, didampingi Kepala BKPSDM, Kamal Rasyid, memantau tes dan memotivasi seluruh peserta ujian yang menggunakan komputer oleh calon pegawai Pemerintah dengan sistem Perjanjian Kerja (P3K) yang di pusatkan di SMA Negeri 1 Luwu Timur, Sabtu (23/02/2019).

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

“Saya berharap semua lulus, peluang peserta untuk lulus semua sangat terbuka lebar, karena kuota yang disediakan tidak sebanding dengan yang mendaftar,” ungkap Husler.

Dikatakan Husler bahwa, ia dan Kepala BKPSDM langsung menghadap Menpan RB memastikan Luwu Timur siap merekrut P3K. Kesiapan kita bukan cuma kata-kata, tapi siap anggaran siap fasilitas untuk tes secara online.

“Akhirnya Menpan mengerti dan membuka P3K untuk Luwu Timur, maka waktu itu kita diberikan Formasi 297. Sayangnya jumlah formasi yang besar ini sedikit peminatnya, cuma 190 saja yang bisa ikut tes, jadi bapak ibu sekalian kami berjuang untuk P3K ini dengan harapan ada perubahan nasib untuk bapak ibu,” harap Husler.

ADVERTISEMENT

Sementara Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid mengatakan, pada tes hari pertama ini, seluruh peserta hadir semua, setiap sesi pertama 40 orang.

“Jadi satu hari ini ada tiga sesi, satu sesi dua jam, dengan demikian ujiannya dari pagi sampai sore,” ucap Kamal.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Setelah ini, lanjut Kamal, masih ada lagi rekruitmen tahap kedua, jadi yang belum sempat mendaftar tahap pertama ini bisa mendaftar tahap kedua.

“Salah satu faktor yang membuat kurangnya pendaftar ditahap pertama karena terbentur pada persyaratan harus berijasah S1, kemudian banyak terjadi ketidak sesuaian data. Beda tanggal lahir yang ada di database dengan data yang diserahkan saat mendaftar,” kunci Kamal. (ikp/kominfo)

ADVERTISEMENT