Imbas BBM Langka, Siswa SMP Mappadeceng Luwu Utara Enggan ke Sekolah

649
Ilustrasi antrian panjang BBM (ft/net)
ADVERTISEMENT

LUTRA — Akibat BBM langka di Kabupaten Luwu Utara, para Siswa UPT SMPN 4 Mappedeceng, Luwu Utara, banyak yang mengeluh dan meminta izin kepada gurunya untuk tidak ke sekolah. Para siswa tersebut beralasan kendaraan mereka tidak mempunyai bahan bakar untuk digunakan ke Sekolah.

Hal itu di ungkapkan Hasan, salah satu guru di SMPN 4 Mapedeceng. Dia mengatakan akibat kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari ini banyak siswa yang menghubunginya melalui via telepon menyampaikan keluhan yang tak lain adalah masalah kelangkaan BBM.

“Banyak siswa yang mengeluh tidak bisa ke sekolah karena alasan tidak mempunyai bahan bakar. Bagi siswa yang minta izin karena kelangkaan BBM kami arahkan untuk belajar online,” katanya kepada Koran SeruYA, Selasa (9/11/2021).

Dia juga menambahkan jarak antara rumah siswa ke sekolah tersebut kurang lebih 5 kilometer. Meskipun pihak sekolah sudah menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas namun kali ini sekolah tersebut kembali harus menerapkan sistem Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa yang terkena dampak kelangkaan BBM ini.

ADVERTISEMENT

“Bagi siswa yang minta izin kami maklumi, kami sampaikan ke mereka bahwa untuk saat ini kita PJJ dulu,” pungkasnya.

Diketahui, kelangkaan BBM di Bumi Lamaranginang lantaran truk tangki pengangkut BBM tersebut terjebak macet di jalur alternatif Palopo-Walmas. Jalur alternatif itu dilalui karena Jembatan Miring Palopo yang merupakan jalur trans Sulawesi ditutup total lantaran mengalami kerusakan. (hwn/liq)

ADVERTISEMENT