Indahnya Bikin Takjub! Rongkong Negeri Berselimut Awan dengan Tradisi Menenun Masih Terjaga

237
ADVERTISEMENT

RONGKONG – Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, saat menjadi salah satu ikon wisata di Bumi Lamaranginang.

Tahun 2022 lalu, Desa Rinding Allo masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Terletak di ketinggian kurang lebih 1600 mdpl, Desa Rinding Allo, memiliki panorama yang indah dan mempesona.

ADVERTISEMENT

Daerah yang berjuluk Tana Masakke itu, juga dikenal dengan sebutan Negeri Berselimut Awan, sebab dibalut udara sejuk dengan suhu 17-20 derajat celcius di siang hari dan dapat turun hingga 16 derajat celcius pada malam hari.

Tidak heran, jika para pengunjung akan takjub ketika berkunjung ke wilayah tersebut. Terlebih lagi, para wisatawan akan disuguhi dengan keindahan sunrais pada pagi hari.

Selain keindahan alam, wilayah Rongkong juga dikenal dengan budaya yang hingga masih terjaga, seperti alat musik tradisional dan tenun yang terjaga turun temurun.

Kain tenun Rongkong, memiliki corak dan bahan yang jauh berbeda dengan kain yang berasal dari beberapa wilayah penghasil tenun di wilayah Sulawesi Selatan.

Untuk menuju ke wilayah Desa Rinding Allo, Kabupaten Luwu Utara, para pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer dari Kecamatan Sabbang.

Akses jalan menuju Rongkong, terbilang cukup ekstrem. Meski demikian, hal itu akan terbayar tuntas ketika para pengunjung telah mencapai Dusun Salurante, Desa Rinding Allo.

Seperti yang dialami Kepala bidang promosi dan pengembangan industri pariwisata, Dinas Pariwisata Sulsel, Andi Zukarnain, saat berkunjung ke wilayah tersebut baru-baru ini.

Dia merasa takjub dengan keindahan alam yang masih terjaga di Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong.

Tidak hanya itu, dirinya juga sempat memainkan alat musik tradisional yang terbuat dari lesung.

“Warga disini sangat kreatif, terbukti dari alat penumbuk padi bisa dijadikan alat musik yang sangat keren,” tuturnya.

Ia juga mengatakan jika ingin memainkan alat musik tradisional tersebut harus dengan orang-orang tempatan.

“Memainkan lesung ini harus dengan orang-orang yang sudah profesional memainkan alat ini, agar lantunan suara yang dikeluarkan sangat indah didengarkan,” katanya.

Diketahui, Dinas Pariwisata Sulsel melakukan Famtrip di tempat-tempat wisata yang ada di Luwu Raya.

Dalam Famtrip tersebut, diikutkan beberapa konten kreator terkemuka di Sulsel. Ada pula Runner-up pertama Putri Indonesia Sulsel, Nur Aliyah Fatwa. (*)

ADVERTISEMENT