Inflasi Luwu Utara Masih Terkendali Jelang Hari Raya Idulfitri

41
Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara beserta Tim Pengendali Daerah (TIPD) Kabupaten Luwu Utara, menggelar High Level Meeting (HLM), Senin, (25/4/2022) di Ruang Command Center Kantor Bupati Luwu Utara. (Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

Luwu Utara —Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara beserta Tim Pengendali Daerah (TIPD) Kabupaten Luwu Utara, menggelar High Level Meeting (HLM), Senin, (25/4/2022) di Ruang Command Center Kantor Bupati Luwu Utara. Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti rapat koordinasi sebelumnya tentang Ketersediaan Pasokan Kebutuhan Pokok Masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Pertemuan HLM dipimpin Bupati Indah Putri Indriani, dan dihadiri Ketua DPRD Basir, Sekda Armiadi, Wakapolres, Pabung Mayor (Arm) Syafaruddin, Kepala BPS Ayub Parlin Ampulembang, Kepala Bappelitbangda Alauddin Sukri, Kepala DPKP Muharwan, Kadis Kesehatan Marhani Katma, Kabag Ekonomi Syaiful Amir, serta Kepala Bulog Palopo Lisna.

Bupati Indah Putri Indriani dalam rapat yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, menyampaikan tiga hal penting dalam hal ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan proses distribusi. “Bukan hanya itu, ketersediaan uang di bank-bank kita juga pastinya akan sangat berpengaruh”, tutur Indah.

Ia berharap kerjasama menyeluruh untuk melakukan pemantauan, pengawasan dan koordinasi di lapangan, utamanya di pasar-pasar tradisional, menjelang hari raya idulfitri beberapa hari ke depan. Tentu dengan mempertimbangkan stok barang untuk menghindari kelangkaan dan distribusi yang tepat guna mengatasi keterlambatan.

ADVERTISEMENT

“Semoga semuanya bisa berjalan baik, terkendali dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati hari raya Idulfitri dengan baik pula”, ucap Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini. Ia menyimpulkan laju inflasi Luwu Utara termasuk dalam kategori terkendali, karena masih di bawah angka satu. Hal itu didasari atas pemaparan Kepala BPS sebelumnya bahwa data inflasi Maret 2022 sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,43.

Sementara itu, Sekda Armiadi mengatakan bahwa HLM ini adalah tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya yang telah dilakukan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan. Di mana selama ini juga dalam bulan suci Ramadan, Pemda telah melakukan pemantauan langsung di beberapa pasar, dan diketahui belum ada kenaikan harga secara signifikan.

“Tahun ini hampir semua pasar sudah kita pantau, seperti pasar Masamba, Bonebone, dan Sukamaju,” kata Armiadi. Dari hasil pemantauan itu, kata dia, harga bahan pokok tetap stabil, bahkan di beberapa pasar harga malah cenderung menurun. “Kita harap TPID dapat melakukan pemantauan lebih terhadap inflasi kebutuhan pokok kita,” tandasnya. (rls)

ADVERTISEMENT