Ketika Bendung Baliase Jadi Tempat Rekreasi Warga Lutra

2852
Bendung Baliase yang berada di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, tak hanya jadi sumber pengairan bagi petani di wilayah setempat. Lebih dari itu, Bendung Baliase yang berada di Kecamatan Mappedeceng ini mulai ramai dikunjungi warga untuk berekreasi bersama keluarganya.

MASAMBA–Bendung Baliase yang berada di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, tak hanya jadi sumber pengairan bagi petani di wilayah setempat. Lebih dari itu, Bendung Baliase yang berada di Kecamatan Mappedeceng ini mulai ramai dikunjungi warga untuk berekreasi bersama keluarganya, apalagi saat hari libur.

Basrun Bahmid, salah satu warga Lutra, menyebut, kawasan yang dulunya dikenal sebagai ‘Jalur Gaza’, kini berubah setelah hadirnya Bendung Baliase. Melalui akun FB-nya, Basrun memposting tiga foto Bendung Baliase yang ramai dikunjungi warga untuk berenang. Tak hanya orang dewasa, remaja dan anak-anak pun ikut berenang di Bendung Baliase yang dibangun senilai Rp194 miliar itu.

“Nyamanna ini tempat permandian yang dulu Jalur Gaza… Bendung Baliase, tempatnya sangat luas, dalamnya mulai setinggi lutut sampai 3 meter ada, bisa lompat dari ketinggian, bisa seluncur, parkiran luas dan yang paling penting GRATIS.” tulis Basrun Bahmid di akun FB-nya.

Bendung Baliase yang berada di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, tak hanya jadi sumber pengairan bagi petani di wilayah setempat. Lebih dari itu, Bendung Baliase yang berada di Kecamatan Mappedeceng ini mulai ramai dikunjungi warga untuk berekreasi bersama keluarganya.

Basrun Hamid kemudian mengapresiasi pemerintah, masyarakat dan semua pihak terkait atas terlaksananya pembangunan Bendung Baliase. “Berkat andil kita semua, pemerintah, kontraktor dan seluruh pihak utamanya masyarakat yang telah merelakan tanahnya, manfaatnya mulai terasa apalagi jika seluruh saluran selesai terbangun, Insya Allah Petani yang akan tersenyum. Nama kalian dan masa kalian… yang berkontribusi langsung akan menjadi tinta emas di hati petani dan akan menjadi cerita ke anak cucunya.”

Proyek pembangunan Bendung Baliase tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ditargetkan, Bendung Baliase akan beroperasi mengairi sekitar 20 ribu hektar sawah di Lutra.

“Kita berharap, beroperasinya Bendung Baliase akan menjadikan Lutra sentra produksi padi, karena sekitar 20 ribu hektar sawah akan dialiri. Produksi padi diperkirakan menghasilkan senilai Rp 1,7 triliun per tahun dengan asumsi satu hektare menghasilkan Rp 75 juta setahun,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, belum lama ini.

Indah sangat senang, karena di sisi lain, Bendung Baliase dimanfaatkan warga sebagai tempat berekreasi keluarga. Hanya saja, dia berpesan agar masyarakat menjaga aset berharga tersebut. Juga, dia mengingatkan warga yang membawa anak-anaknya berenang di Bendung Baliase supaya mengawasi dan menjaga anaknya agar tidak tenggelam, karena kedalaman Bendung Baliase ini ada yang mencapai 3 meter. (tari)