Ini Makna Hari Sumpah Pemuda Bagi Ketua Pemuda Pancasila Luwu

226
ADVERTISEMENT

BELOPA – Setiap orang, punya cara tersendiri dalam memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda. Demikian halnya, Ketua MPC Pemuda Pancasila Luwu, Andi Ahkam Basmin Mattayang.

Menurutnya, perjuangan kaum muda saat ini, sudah jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh para pemuda pada masa penjajahan dulu, yang harus melawan penjajah dengan menggunakan bambu runcing.

ADVERTISEMENT

Sementara, para pemuda saat ini, dituntut untuk memberikan kontribusinya dalam membangun bangsa melalui ide dan gagasan.

Dimana pemuda saat ini, harus berfikir visioner, untuk bekerja, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut, dikatakan oleh Ahkam Basmin saat ditemui Koran Seruya, di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Sewaktu saya SMA dulu saya tidak pernah berpikir untuk bekerja, tapi diera ini kontribusi pemuda dalam membangun bangsa dengan mengeluarkan semua potensinya,” katanya.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Opger ini, mengungkapkan jika salah satu masalah yang saat ini dihadapi, yaitu kurangnya pemahaman para kaum millenial akan nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila.

Hal itu, menjadi tantangan tersendiri untuk MPC PP Luwu, agar dapat mensosialisasikan Ideologi Pancasila, bahkan kadang urutan pancasila saja kadang terlupakan.

“Biasa orang sebut terbalik antara sila 3, atau 4 kadang juga 5 bertukar,”katanya.

Menurut putra kedua Bupati Luwu ini, semangat gotong royong juga dikalangan pemuda sekarang sudah mulai memudar, melalui organisasi yang dipimpin ia mencoba membangkitkan semangat itu.

Ia bersyukur organisasi sosial kemasyarakatan berbasis massa ini, sampai sekarang tidak pernah mengalami gesekan dengan ormas lainnya, bahkan ia menganggap ormas lainnya di Luwu semua sudah matang sehingga mampu hidup berdampingan dengan penuh kedamaian.

Keterlibatan Pemuda Pancasila saat ini dalam mengawali jalannya pemerintahan, agar pelayanan terhadap masyarakat semakin baik.

“Contohnya Jika ada masyarakat yang merasa tidak dilayani di rumah sakit atau puskesmas setempat maka kami akan masuk didalamnya mencari bagaimana jalan keluarnya agar dapat dilayani,” pungkasnya. (Mita)

ADVERTISEMENT