Ini Sejumlah Usaha Diinstruksikan Tutup di Palopo, Judas Amir: Mari Kita Perangi Bersama Virus Corona

1549
ilustrasi

PALOPO–Walikota Palopo, HM Judas Amir kembali mengeluarkan surat edaran terkait upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Palopo. Surat edaran Walikota Palopo Nomor 300/674/PLP/III/2020 berisi tiga point penting, yang ditujukan kepada para pelaku usaha di kota ‘Idaman’ ini.

Salah satu point dalam surat edaran tersebut, Walikota Palopo HM Judas Amir mengimbau para pengelola warkop dan cafe di Kota Palopo membatasi aktivitas setiap hari hanya sampai pukul 17:00 Wita. Artinya, terhitung tanggal 23 Maret 2020, tidak ada lagi cafe dan warkop beroperasi menjadi tempat nongkrong warga kota ini.

Selanjutnya, dalam surat edaran tersebut, Walikota Palopo HM Judas Amir menginstruksikan pengelola karaoke (rumah bernyanyi), panti pijat/refleksi, jasa kebugaran/fitnes center, permainan billyard, bioskop, arena permainan (timezone), kolam renang dan obyek wisata agar tutup sementara waktu sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dalam surat edaran tersebut, disebutkan, penetapan batas waktu pembatasan jam operasi sejumlah usaha dan penutupan total sejumlah usaha lainnya, akan dievaluasi sesuai perkembangan penyebaran virus corona di Kota Palopo.

Walikota Palopo, HM Judas Amir sangat berharap dukungan masyarakat dalam rangka ikut mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran virus corona. Dia meminta kepada seluruh masyarakat Kota Palopo untuk menghindari berpergian keluar atau menghadiri keramaian jika tidak mendesak.

“Kami minta masyarakat untuk selalu waspada. Manfaatkan waktu libur ini untuk tetap di rumah dan tidak datang ke lokasi keramaian,” kata Judas Amir.

Ia menyebutkan, Pemkot akan menurunkan Satpol PP untuk memantau sejumlah tempat wisata dan berbagai usaha yang sudah diimbau batasi jam usaha dan tutup total.

“Ini kita lakukan demi mempercepat penanganan virus corona di Kota Palopo. Untuk sementara waktu, kami sangat berharap kerjasama masyarakat, demi terhindarnya kita semua atas wabah mematikan ini,” ujar Judas Amir.

“Sejauh ini memang belum ditemukan adanya warga Palopo positif Covid-19, akan tetapi kewaspadaan perlu ditingkatkan, bukan berarti penyakit ini tidak akan tersebar ke daerah kita,” lanjut Judas Amir.

Mengingat Kota Palopo adalah wilayah sentral di Luwu Raya, termasuk wilayahnya masuk jalur Trans Sulawesi, Judas Amir sangat berharap sementara waktu warga lebih banyak berdiam diri dan melakukan aktivitas di rumah bersama keluarga.

“Saya minta bapak-bapak dan anak muda untuk mengurangi aktivitas di warung kopi. Sangat disayangkan jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita bisa memanfaatkan quality time bersama keluarga di rumah. Kita mengerti jika masyarakat ini pencinta kopi, namun kita perlu berikhtiar dan berdoa juga agar dijauhkan dari virus corona ini,” kata Judas Amir. (*/tari)