INSYA ALLAH, Jamaah Haji Palopo Tiba Rabu Malam

1419
Jamaah haji Palopo
Jamaah haji Palopo
ADVERTISEMENT

PALOPO — Sebanyak 109 jamaah haji asal Palopo plus satu pendamping kembali ke tanah air, Selasa (28/8/18) besok. Mereka berangkat dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah pukul 16.00 waktu setempat dan dijadwalkan tiba pada Rabu pagi, pukul 08.25 wita di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Tiba di Makassar, jamaah haji masuk ke Asrama Haji Sudiang untuk bersih-bersih. Diperkirakan Rabu (29/08/2018) malam diperkirakan tiba di Palopo. Mereka berada di tanah suci selama kurang lebih sebulan dan kembali dengan gelar haji. Palopo tergabung dalam satu kloter dengan jamaah haji lainnya asal Kabupaten Soppeng, Toraja, Toraja Utara dan Makassar. Totalnya sebanyak 450 jamaah. Mereka menggunakan pesawat garuda dengan nomor penerbangan GIA 1301.

ADVERTISEMENT

Menyambut kedatangan para jamaah, pemerintah Kota Palopo menggelar rapat persiapan penjemputan pada Senin (27/8/18) kemarin yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan, Burhan Nurdin. Hadir perwakilan instansi terkait. Dalam rapat tersebut, terungkap jika para jamaah haji sekitar pukul 12.00 WITA akan melaksanakan shalat Dhuhur dan Ashar di Masjid Raya Maros. Lalu istirahat di Sidrap dan di Masjid Siwa untuk menunaikan sholat Magrib Jama’ Isya dan makan malam.

“Semua lini harus saling koordinasi dalam penjemputan ini. Termasuk mengatur keamanan para jamaah dan barang bawaannya. Bagi kerabat atau keluarga yang menjemput, apabila akan mengambil barang bawaan jemaah haji harus memperlihatkan paspor jamaah,” pesan Burhan Nurdin.

Sementara itu, Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kota Palopo, Nurul Haq mengatakan sesuai jadwal yang dikeluarkan Kanwil kemenag Sulsel, Rabu besok jamaah sudah tiba di tanah air. Usai mendarat di Makassar, jemaah akan langsung menuju asrama haji. “Paling dua jam di asrama haji, lalu dilakukan pelepasan kembali ke daerah. Diperkirakan Rabu malam, usai salat Isya tiba di Palopo,” sebutnya.

Hingga saat ini, kata Nurul, kondisi jemaah haji sehat wal afiat. Tak ada yang meninggal dunia. Hanya saja, ada sejumlah jemaah yang harus mendapat perawatan karena kondisi tubuh yang tidak fit dan terkena penyakit ringan, seperti batuk dan suara serak. (asm)

ADVERTISEMENT