Jalan Poros Belopa-Palopo Amblas, Begini Analisis Sementara BPBD Luwu

942
Camat Kamanre Kab. Luwu berada di lokasi bencana yang mirip terjangan gempa, atas ruas jalan yang amblas dekat kawasan penjual jagung tepi sungai Pareman Kab. Luwu. (Foto: Tangkap Layar video Aziz Aripuddin/FB)
ADVERTISEMENT

LUWU—-Telah terjadi jalan amblas di ruas Jalan Poros Palopo-Belopa, tepatnya di perbatasan Desa Salupareman – Tarramatekkeng Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Selasa dini hari tadi, 13 Juli 2021.

Kondisi jalan terlihat cukup parah. Di bahu jalan dekat Sungai Pareman terpantau amblas, ditambah lagi jalan aspal di median jalan Nasional itu juga terlihat retak-retak layaknya baru dilanda gempa.

ADVERTISEMENT

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Luwu, Kosmas Toding saat dihubungi Tim Breaking News Koran Seruya menyampaikan analisis sementara penyebab musibah tersebut, Selasa siang, 13 Juli 2021 beberapa saat yang lalu.

“Kondisinya sementara kami sedang tinjau di lokasi, tim juga baru meluncur, namun kejadiannya sebenarnya sejak malam tadi (dini hari),” ungkap Kosmas.

Meski demikian, Kosmas yang mengaku sedang bergerak dari kecamatan Suli menuju TKP membeberkan analisis sementaranya.

Menurutnya, kondisi alam, dengan curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Pareman yang berada di Bastem membuat debit air sungai meningkat dan meluap, sehingga menyebabkan abrasi di bahu jalan atau tepi sungai tersebut.

“Sebenarnya kalau masalah hujan di Salupareman, Cilallang tidak terlalu. Yang menyebabkan abrasi ini akibat adanya peningkatan volume debit air di Sungai Pareman akibat hujan deras yang berada di hulu sungai di kawasan Bastem, akibatnya jalanan amblas,” sebut Kosmas yang sementara on the way ke lokasi bencana.

Kawasan tepi Sungai Pareman di perbatasan dengan Desa Tarramatekkeng tersebut dikenal sebagai daerah wisata kuliner, dimana banyak terdapat lapak-lapak penjual jagung yang menjadi ciri khas tersendiri kawasan tersebut.

Atas kejadian ini, pihak pengguna jalan yang melintas di Jalan Poros yang masuk dalam kategori penanganan Jalan Nasional itu diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Masyarakat setempat memasang rambu agar pengendara lebih berhati-hati terlebih dengan kondisi ruas jalan yang amblas dengan kedalaman bervariasi antara 15 hingga 40 cm.

(*)

ADVERTISEMENT