Keluarga Korban Tebasan Parang di Palopo Desak Polisi Tangkap Pelaku

150
ADVERTISEMENT

PALOPO — Keluarga, Bahtiar (50) korban penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Bahtiar dianiaya menggunakan parang beberapa waktu lalu di sekitar Mega Plaza.

Akibat penganiayaan itu, tangan korban nyaris putus. Chaerul Baderu, keluarga korban mengatakan Bahtiar ditebas parang oleh orang tak dikenal (OTK).

“Keluarga kami saat ini sedang dirawat di RSUD Sawerigading Palopo. Sebagai keluarga, kami tentu pelaku yang menyebabkan keluarga kami seperti ini segera ditangkap,” ungkap Chaerul Baderu, Senin (18/10/2021).

“Pihak keluarga mendesak kasus ini untuk diusut tuntas secara tuntas dan pelaku segera ditangkap. Jika melihat luka yang diakibatkan tebasan parang itu, hati kami teriris,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Edy Sulistyono membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Laporannya telah masuk ke kami. Saat ini, kami juga telah melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan yang dialami saudara Bahtiar,” jelas AKP Edy saat dihubungi via Wahtsapp.

Kendati demikian, dia juga meminta kepada pihak keluarga agar menahan diri sampai kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut. “Untuk pihak keluarga, tolong untuk tidak melakukan tindakan yang dapat berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum,” jelasnya.

“Percayakan sepenuhnya kasus ini kepada kami. Insya Allah, pelakunya segera kami tangkap,” pungkasnya. (hwn)

ADVERTISEMENT