Kongres V PAN di Kendari Diwarnai “Kursi Terbang” 30 Orang Terluka

493

KENDARI–Kongres ke-5 Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Hotel Clarion, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara diwarnai “kursi terbang”, Selasa (11/2/2020).

Para tim pendukung calon Ketua Umum (Caketum) DPP PAN periode 2020-2025 Mulfachri Harahap dan Zulkifli Hasan terlibat bentrok di ruang sidang.

Massa kedua pendukung saling lempar botol dan kursi dalam ruang sidang itu.

Akibatnya, sebanyak 30 orang luka-luka terkena lemparan kursi dalam insiden itu.

Pascakericuhan, polisi mengamankan dua pemuda yang diduga membuat onar di lokasi kongres tersebut.

Dua pemuda yang belum diketahui identitasnya langsung digiring oleh pihak kepolisian dari parkiran hotel ke bagian belakang hotel.

Sementara itu, teman dari sang pemuda yang digiring tersebut berteriak-terik meminta agar temannya dilepaskan oleh aparat.

“Lepaskan anak buahku, terserah kalian mau apakan saya, tapi lepaskan anak buahku,” teriak teman pemuda tersebut.

Kedua orang tersebut diduga membuat keributan di luar arena kongres PAN.

Akibat kejadian itu, para peserta kongres dan tamu hotel keluar dari ruang hotel untuk melihat kejadian itu. Sementara itu, Pasukan Brigade Mobil (Brimob) langsung membentuk barikade di depan pintu masuk hotel untuk mengantisipasi keributan susulan.

Karena para pendukung dan simpatisan caketum PAN sudah memadati arena Kongres PAN di dalam maupun di luar Hotel Claro sejak Selasa pagi. Sementara itu, personel Kepolisian lainnya berbaris di depan pintu masuk utama lobi Hotel Claro untuk mencegah massa yang tidak berkepentingan masuk.

Lalu seorang petugas Kepolisian masuk ke lobi dan meminta semua orang yang tidak berkepentingan untuk keluar Hotel Claro. “Saya minta semua orang yang tidak berkepentingan untuk keluar. Ayo keluar,” ujar personel polisi tersebut.

Setelah itu, para personel Kepolisian menyisir satu per satu orang yang berada di lobi Hotel Claro, dan meminta keluar orang yang tidak memiliki kepentingan dalam Kongres PAN tersebut.

Sebelumnya, insiden kericuhan terjadi di dalam maupun di luar arena Kongres PAN sehingga menimbulkan keributan.

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas mengatakan ada sebanyak 30 orang peserta Kongres yang merupakan pendukung calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap terluka diserang sekelompok orang di Ruang Sidang Utama Kongres PAN di Ballroom Hotel Claro Kendari.

Awalnya sekira pukul 12.30 Wita, suara keributan terdengar dari dalam ruang rapat pleno PAN di lantai 2 Hotel Claro, Kendari.

Pintu rapat pun dibuka oleh aparat keamanan karena kondisi di dalam ruang rapat tidak kondusif.

Sejumlah peserta kongres terlihat saling melempar kursi di dalam ruangan dan aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dari atas podium meminta para peserta kembali duduk di tempat masing-masing dan mengakhiri kericuhan.

“Zulhas di sini saudara-saudaraku, duduk di kursi masing-masing. Lempar-lemparan stop, cukup, ambil tempat duduk masing-masing,” kata Zulkifli.

Kendati demikian, peserta kongres tak mengindahkan imbauan Zulkifli dan masih melanjutkan saling melempar kursi kepada peserta lain.

Sejumlah peserta menyanyikan yel-yel nama Zulkifli agar dapat kembali menduduki kursi PAN 1.
“Zulkifli, Zulkifli, Zulkifli,” teriak sejumlah peserta, menghangatkan situasi.

Zulkifli kembali mengimbau agar peserta kembali menduduki kursi masing-masing dan melanjutkan rapat pleno 1.
“Saudara-saudaraku, duduk di kursi masing-masing, lempar-lemparan stop, cukup,” kata Zulkifli lagi.

Sementara itu, sejumlah peserta di sisi kanan ruangan meneriaki nama Mulfachri Harahap selaku calon ketua umum PAN periode 2020-2025.

“Mulfachri, Mulfachri, Mulfachri,” teriak sejumlah peserta kongres.

Sejatinya agenda Kongres V PAN hari ini adalah menetapkan tata tertib (tatib) pelaksanaan kongres dalam rapat pleno 1.

Rapat pleno sudah dimulai sejak pukul 10.00 Wita, tetapi sempat diskors oleh panitia karena ada masalah kepesertaan yang menimbulkan protes dari para peserta kongres yang hendak memasuki ruangan rapat. (*/iys)