Korban Diduga Keracunan Terus Bertambah, Sudah 85 Santriwati PMDS Palopo Dirawat di Sejumlah RS

4350
Puluhan santriwati PMDS Kota Palopo keracunan usai santap ikan bandeng goreng

PALOPO–Santriwati Pesantren Modern Datuk Sulaiman (PMDS) Palopo yang diduga keracunan makanan terus bertambah, Kamis (16/1/2020). Hingga pukul 15:00 Wita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palopo mendata, sudah 84 santriwati dirawat di berbagai rumah sakit yang ada di Kota Palopo.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 39 santriwati PMDS Palopo dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Palopo sejak Rabu (15/1/2020) malam hingga Kamis (16/1/2020) pagi tadi.

Namun, santriwati yang diduga keracunan usai makan sore menu ikan bandeng goreng, Rabu (15/1/2020) sore lalu, terus bertambah. “Data terakhir, sudah 84 orang dirawat di beberapa rumah sakit di Palopo,” ujar Kadis Kesehatan Kota Palopo, Taufiq Bahuddin kepada KORAN SERUYA via ponselnya.

Selain itu, kata dia, masih ada 5 santriwati dalam perawatan tim medis di PMDS Palopo. “Sejak pukul 01:00 Wita, Kamis dini hari, kami mengerahkan tenaga medis untuk menangani para santriwati yang diduga keracunan,” katanya.

Para santriwati tersebut dirawat di RS Atmedika, RS dr Palammai Tandi, RS Atmedika, RS Mega Buana Palopo, RS Bintang Laut, dan RS St Madyang. “Pasien terbanyak dirawat di RS dr Palammai Tandi,” katanya.

Untuk mengungkap penyebab para santriwati keracunan, kata Taufiq, pihak Kepolisian bersama Dinkes telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para santriwati tersebut, saat bersantap (makan) malam di asrama, dan dikirim ke Laboratorium di Makassar.

“Mudah-mudahan hasilnya segera ada,” katanya.

Sementara itu, impinan Pondok Pesantren Modern Datuk Sulaiman (PMDS) Kota Palopo, KH Syarifuddin Daud meminta semua pihak, terutama santriwati dan keluarganya agar tetap tenang, menyikapi masalah banyaknya santri yang mual, muntah, sakit kepala, perut nyeri hingga dilarikan ke berbagai rumah sakit di Kota Palopo.

KH Syarifuddin Daud, Kamis (16/1/2020), siang tadi, mengumpulkan santri di Masjid Pesantren, Jalan Puang H Daud, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Para santriwati
diberikan pengarahan.

Dalam pertemuan tersebut, KH Syarifuddin Daud mengaku belum bisa memastikan apakah puluhan santri yang dilarikan ke rumah sakit karena keracunan. Kata dia,
Pemerintah Kota Palopo bersama Polres Palopo masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Jangan langsung dibilang keracunan. Belum ada pernyataan resmi dari manapun. Kita tunggu hasil penyelidikan,” kata Ketua MUI Kota Palopo ini.

Karena itu, dia meminta agar para santri dan keluarganya untuk tenang, termasuk tidak mudah percaya kepada isu yang tidak jelas sumbernya soal puluhan santri
keracunan.

Menurut dia, jika memang keracunan, maka semua pembina yang ikut makan bersama santri akan ikut keracunan, namun mereka baik-baik saja. “Semua santri juga
makan tapi tidak semua yang sakit,” katanya.

Karena itu, dia meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib.

Sebelumnya diberitakan puluhan santriwati diduga keracunan. Mereka mengalami gejala mual, pusing bahkan ada yang pingsan. Jumlah ini terus bertambah. Petugas
kesehatan masih berada di dalam pesantren untuk mengevakuasi korban. (iys)