Lada Luwu Timur Optimis di TEI 2019

76

LUTIM – 2019 adalah tahun kedua bagi Lada Luwu Timur untuk dipamerkan di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. TEI 2019 sendiri diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia yang ke-34 sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Budiman Hakim menjelaskan bahwa, TEI 2019 harus dimanfaatkan untuk mempromosikan Lada Luwu Timur sebagai produk unggulan.

“Banyak forum yang bisa diikuti seperti mengembangkan jejaring bisnis dan mengikuti pertemuan business to business (B2B) dengan para calon buyer bahkan menjadi one stop business bagi buyer untuk produk Lada Luwu Timur,” kata Budiman di ruang rapat Kantor Bupati, Rabu (09/10/2019).

Meneruskan arahan Bupati Luwu Timur, Budiman meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan berangkat untuk mempersiapkan diri dengan segala hasil evaluasi keikutsertaan Lada Luwu Timur di tahun 2018.

Untuk itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Rosmiyati Alwy menegaskan bahwa Lada Luwu Timur akan hadir di Hall 8-49 mulai tanggal 16-20 Oktober 2019 di Indonesia Conventuon Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Banten.

“Meskipun belum ada buyer atau pembeli baru yang langsung bertransaksi paska TEI 2018, kita patut bersyukur ada 10 calon buyer yang telah meminta sample dan terus kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Bahkan akhir April 2019, Bupati Luwu Timur telah diundang untuk mempresentasikan Lada Luwu Timur ke Istanbul Turki dalam Forum Bisnis Indonesia-Turki oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul.

“Forum Bisnis Indonesia-Turki ditindaklanjuti dengan mengikutsertakan satu perusahaan lada binaan Disdagkop & UKM yakni CV. Putri Anugrah Lutim dalam Izmir International Fair 2019 6-15 September 2019 di Kulturpark, Izmir Turki,” jelas Rosmiyati.

Kali ini, lanjut Rosmiyati, TEI 2019 mengusung tema ‘Moving Forward to Serve The World’. Hal ini sejalan dengan Visi Misi Kabupaten Luwu Timur yakni Luwu Timur Terkemuka. Sehingga kita lah yang menyongsong peluang pasar dunia. Kita berlaku aktif untuk memperkenalkan Lada Luwu Timur.

“Selain membawa hasil lada Luwu Timur berupa lada butir putih dan hitam, kami juga akan membawa produk turunan lada seperti lada bubuk, minyak atsiri lada, bahkan akan membawa beberapa sample bibit lada karena Luwu Timur telah memiliki kebun induk dengan hasil bibit bersertifikat untuk dipasarkan,” terangnya lagi.

Data dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tahun 2018 menyebutkan bahwa, transaksi TEI 2018 sebesar US$ 8,49 miliar atau naik lebih dari 5 kali lipat dari target nilai transaksi TEI 2018 yang senikai US $ 1,5 miliar. TEI 2018 juga mencatat jumlah pengunjung pameran sebanyak 33.333 orang dari 132 negara. (ikp/kominfo)