Lagu “To The Bone” Viral di Tiktok, Ternyata Bukan Karya Penyanyi Mancanegara Tapi Asli Indonesia

3171
ADVERTISEMENT

ENTERTAINT–Banyak orang menyangka lagu berjudul “To The Bone” yang dinyanyikan oleh Pamungkas dan kini viral di TikTok adalah lagu mancanegara.

Ternyata, lagu itu yang semenjak menjadi lagu TikTok dengan liriknya berbunyi I Want You to the Bone, itu milik orang Indonesia asli, nama lengkapnya Rezky Rahmahadian Pamungkas, yang punya nama panggung Pamungkas, artis multi talent, warga DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

Lagu itu dirilis Pamungkas pada 14 Juni 2019 lalu, dalam album Flying Solo (2019).

Kini, lirik dan terjemahan lagu To The Bone karya solois Pamungkas itu lagi banyak dicari warganet.

ADVERTISEMENT

Lagu miliknya itu menjadi salah satu single dalam album keduanya “Flying Solo” akhirnya menjadi viral di aplikasi TikTok.

Tak ayal, banyak sekali cover lagu To The Bone yang kemudian berseliweran di TikTok ataupun media sosial lain.

Warganet pun banyak banget yang akhirnya ngulik kenapa kemudian lagu To The Bone ini bahkan bisa mencapai puluhan juta viewers di YouTube.

Beberapa asumsi dan teori dari publik pun bermunculan, bahkan tak jarang yang kemudian mengaitkannya dengan ayat-ayat suci Alquran.

Salah satu warganet yang berada di TikTok dengan akun @Abdullahhamsyz bahkan sampai mengaitkan makna lagu “To The Bone” ini dengan Surat Al-Mu’minun Ayat 14.

Berikut ungkapan QS. Al-Mu’minun: 14 tersebut:

Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Al-Mu’minun Ayat 14).

Melansir Majalah Hai, analisa dari netizen makin meliar, Pamungkas sang empunya lagu pun turun tangan dan menanggapi langsung pertanyaan penggemar yang menanyakan makna dari lagu ini via Instagram stories-nya.

Kutipan langsung dari Pamungkas tersebut ternyata mematahkan semua analisis mendalam dari warganet dengan jawaban cukup menggelitik.

Pamungkas seraya berseloroh jika inspirasi “To The Bone” berangkat dari kurangnya lagu cinta yang ada pada album “Flying Solo”.

Selain itu, dirinya juga berkaca pada pengalaman percintaannya kala sedang menciptakan lagu tersebut, “Saat itu Flying Solo kekurangan lagu jatuh cinta. “Walk The Talk” the one and only, right? jadi yaudah, bikin aja lagu “To The Bone” Terus waktu itu….. cewenya kurus.”

Momen ini ditangkap oleh salah satu pengguna TikTok dan disampaikan melalui akun @pewowimu

@pewowimu
Balas @zeesungsayangggg ulang dah, maap ye ✌

♬ To the Bone – Pamungkas

Jawaban langsung sang penulis lagu ini tentu saja menutup diskusi mendalam tentang makna dan inspirasi di balik lagu fenomenal ini, walaupun tentu saja perhatian para warganet yang gatal untuk berkomentar nggak dapat dihindari.

Gimana nih pendapat kalian? Masih tetap penasaran nggak dengan makna dari lagu “To The Bone” ini?

Berikut lirik dan terjemahan lagunya hasil Google Translate.

Apa aku pernah memberitahumu
Have I ever told you

Saya ingin Anda ke tulang?
I want you to the bone?

Apakah saya pernah menelepon Anda
Have I ever called you

Saat kamu sendirian?
When you are all alone?
Dan jika saya lupa
And if I ever forget

Untuk memberitahumu bagaimana perasaanku
To tell you how I feel

Dengarkan aku sekarang, sayang
Listen to me now, babe

Saya ingin Anda ke tulang
I want you to the bone
Saya ingin Anda ke tulang, ooh, ooh, ooh, ooh
I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh

Saya ingin Anda ke tulang, oh, oh, oh, oh
I want you to the bone, oh, oh, oh, oh
Mungkin jika Anda bisa melihatnya
Maybe if you can see

Apa yang saya rasakan melalui tulang saya
What I feel through my bone

Setiap sudut dalam diriku
Every corner in me

Kehadiranmu tumbuh
There’s your presence that grown
Mungkin aku lebih memeliharanya
Maybe I nurture it more

Dengan mengatakan bagaimana perasaan saya
By saying how I feel

Tapi aku bersungguh-sungguh sebelumnya
But I did mean it before

Saya ingin Anda ke tulang
I want you to the bone

Aku ingin kau-
I want you to-
Bawa aku pulang, aku jatuh cinta
Take me home, I’m fallin’

Cintai aku lama, aku berguling
Love me long, I’m rollin’

Kehilangan kendali, tubuh dan jiwa
Losing control, body and soul

Pikiran juga pasti, aku sudah menjadi milikmu
Mind too for sure, I’m already yours

Membawa Anda ke bawah, saya sudah siap
Walk you down, I’m all in

Pegang erat-erat, panggil dan
Hold you tight, you call and

Saya akan mengendalikan tubuh dan jiwa Anda
I’ll take control your body and soul

Pikiran juga pasti, aku sudah menjadi milikmu
Mind too for sure, I’m already yours

Apakah itu baik-baik saja?
Would that be alright?

Hei, apa tidak apa-apa?
Hey, would that be alright?

Saya ingin Anda ke tulang, ooh, ooh, ooh, ooh
I want you to the bone, ooh, ooh, ooh, ooh

Sangat buruk aku tidak bisa bernafas, oh, oh, oh, oh, ooh
So bad I can’t breathe, oh, oh, oh, oh, ooh

Saya ingin Anda ke tulang
I want you to the bone

Dari semua orang yang memohon untuk tetap tinggal
Of all the ones that begged to stay

Aku masih merindukanmu
I’m still longing for you

Dari semua orang yang menangis dengan cara mereka
Of all the ones that cried their way

Aku masih menunggumu
I’m still waiting on you

Mungkin kita mencari sesuatu itu
Maybe we seek for something that

Kami tidak akan pernah bisa melakukannya
We couldn’t ever have

Mungkin kita memilih satu-satunya cinta
Maybe we choose the only love

Kami tahu kami tidak akan menerima
We know we won’t accept

Atau mungkin kita mengambil semua resiko
Or maybe we’re taking all the risks

Untuk sesuatu yang nyata
For somethin’ that is real

Karena mungkin cinta terbesar dari semuanya
‘Cause maybe the greatest love of all

Adalah siapa yang tidak bisa dilihat mata, ya
Is who the eyes can’t see, yeah

Bawa aku pulang, aku jatuh cinta
Take me home, I’m fallin’

Cintai aku lama, aku berguling
Love me long, I’m rollin’

Kehilangan kendali, tubuh dan jiwa
Losing control, body and soul

Pikiran juga pasti, aku sudah menjadi milikmu
Mind too for sure, I’m already yours

Membawa Anda ke bawah, saya sudah siap
Walk you down, I’m all in

Pegang erat-erat, aku memanggil dan
Hold you tight, I call and

Saya akan mengendalikan tubuh dan jiwa Anda
I’ll take control of your body and soul

Pikiran juga pasti, aku sudah menjadi milikmu, oh
Mind too for sure, I’m already yours, oh

Oh ya
Oh, yes
Aku ingin kau ke tulang, ya
I want you to the bone, yeah

Saya ingin Anda ke tulang
I want you to the bone

Aku ingin kau ke tulang, ya
I want you to the bone, yeah
Saya ingin Anda ke tulang, tulang, ooh
I want you to the bone, bone, ooh

Saya ingin Anda ke tulang
I want you to the bone

Ini Videonya:

Sementara itu……

Dari data Spotify, Pamungkas adalah musisi lokal yang paling banyak didengarkan di Indonesia.

Spotify baru aja mengumumkan data seputar artis, album, dan lagu teratas yang menentukan bagaimana 320 juta orang di seluruh dunia mendengarkan serta menemukan konten audio pada 2020.

Dengan musiknya yang khas bernuansakan pop slow-beat dan alunan yang menenangkan, Pamungkas menjadi artis lokal yang paling banyak didengarkan di Indonesia tahun ini.

Albumnya, Walk The Talk, yang dirilis pada 2018 pun menjadi album yang paling banyak didengarkan di Indonesia.

Selain itu, lagunya yang berjudul “One Only” juga masuk ke dalam jajaran lima besar lagu yang paling banyak didengarkan di Spotify di Indonesia.

Menyusul Pamungkas adalah Fiersa Besari lalu Hindia di urutan ketiga dalam jajaran artis lokal yang paling banyak didengarkan tahun ini. Selanjutnya di posisi keempat dan kelima, ada Tulus dan legenda musik Indonesia Glenn Fredly.

Artis yang Paling Banyak Didengarkan di IndonesiaSpotify

Lagu yang paling banyak didengarkan di Indonesia adalah hit dari Mahen berjudul “Pura-Pura Lupa”.

Disusul oleh “Someone You Loved” oleh Lewis Capaldi.

Sedangkan lagu ketiga yang paling banyak didengarkan adalah “Secukupnya” dari Hindia yang pernah menduduki peringkat teratas Indonesia Top 50 di Spotify selama empat pekan berturut-turut di awal tahun ini, merujuk Majalah Hai edisi Desember 2020 lalu .

(*)

ADVERTISEMENT