Lutra Tunggu Hasil Pemeriksaan Swab 56 Spesimen, Termasuk Sejumlah Tenaga Medis

353
ADVERTISEMENT

MASAMBA – Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Luwu Utara (Lutra), masih menunggu hasil pemeriksaan swab 56 spesimen dari hasil kontak traking pasien positif corona dan sejumlah tega medis di wilayah tersebut.

Hal tersebut, dikatakan oleh Juru Bicara Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Lutra, Komang Krisna dalam keterangan resminya ke redaksi Koran Seruya, Rabu (20/5/2020).

ADVERTISEMENT

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen swab dari BBLK dan BTKL Makassar sebanyak 56 spesimen terdiri dari hasil kontak tracing dan tenaga kesehatan (Nakes),” katanya.

Lebih jauh, dirinya merincikan jika dirinya merincikan 56 spesimen tersebut, 24 diantaranya diperiksa di BBLK Makassar sedangkan 32 spesimen diperiksa di BTKL Makassar.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, Komang juga menyebutkan jika hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan hasil pemeriksaan yang menyebutkan adanya tambahan pasien positif corona di Luwu Utara.

“Perkembangan kasus terkini, penanganan covid 19, ODP proses pemantauan sebanyak 2 orang, ODP yang selesai pemantauan sebanyak 190 orag, PDP yang dirawat sebanyak 1 orang,” terangnya.

ADVERTISEMENT

“Sementara penambahan kasus positif covid 19 sampai saat ini belum ada penambahan. Total kasus positif sebanyak 35 org, 15 orang telah dinyatakan sembuh,” sambungnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat agar saling bahu membahu dalam penanganan covid-19, sebab katanya, penanganan covid menjadi telah menjadi tanggung jawab semua orang.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya jaga jarak pada saat berkomunikasi, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta tidak keluar rumah jika tak ada kepentingan yang mendesak.

“Karena kita tidak pernah tahu bahwa di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi untuk menularkan ke kita penting bagi seluruh masyarakat untuk menggunakan masker, karena ketika seseorang berada di luar rumah akan ada banyak sekali ancaman penularan virus,” imbaunya.

“Kami melihat masyarakat mulai mengabaikan memakai masker, mengabaikan untuk tidak bepergian, mengabaikan untuk tidak berkerumun.
Cara yang paling ampuh mengatasi dan memutuskan penularan covid 19 berdiam diri dirumah,” pungkas Komang Krisna. (Sya)

ADVERTISEMENT