Mahasiswi di Palopo Diamankan Bersama Pacarnya Gegara Aborsi, Ibu Janin Sempat Disekap dalam Lemari Pakaian

8793
Salah seorang pelaku, AR diperiksa polisi di Mapolsek Walenrang, Senin (27/1/2020)
ADVERTISEMENT

PALOPO–Kasus penemuan orok berjenis kelamin laki-laki di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 8 Januari 2020 lalu, diungkap polisi. Pelakunya seorang mahasiswi perguruan tinggi ternama di Kota Palopo berinisial SA diamankan bersama pacarnya, AR.

Hingga Senin (27/1/2020), dua pelaku telah ditahan di Mapolsek Walenrang. Kedua pelaku menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polsek Walenrang. “Iya, kasus pembuangan bayi yang sempat menggegerkan warga Walenrang, dua pelakunya sudah diamankan. Pelaku seorang mahasiswi dan pacarnya,” kata Kapolsek Walenrang, AKP Rafli, kemarin.

ADVERTISEMENT

Dalam penyidikan polisi terungkap, SA disekap pacarnya dalam lemari usai melakukan aborsi. Perempuan itu disekap sang pacar untuk menghilangkan jejak setelah aborsi.

“Saat ini, pelaku seorang mahasiswi berinisial SA, sekaligus ibu janin bayi, dan pacarnya berisial AR telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan aborsi dan membuang janinnya,” kata AKP Rafli.

ADVERTISEMENT

AKP Rafli mengatakan, SA diamankan lantaran nekat menggugurkan kandungan dibantu kekasihnya AR. Mereka kata dia, kemudian membuang janin hasil hubungan mereka ke dalam selokan pengairan persawahan di Desa Tombang.

“Ibu bayi yang masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Palopo ini sempat disekap oleh pacarnya berinisial AR (24) di dalam lemari pakaian usai aborsi,” kata AKP Rafli.

ADVERTISEMENT

Diberitakan KORAN SERUYA beberapa waktu lalu, janin berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel, Rabu (8/1/2020), di sebuah sungai kali di desa itu.

Warga setempat menduga orok yang masih utuh itu hasil hubungan gelap alias hugel yang digugurkan, lalu dibuang ke kali. Warga menemukan orok tersebut hanyut di kali sekitar pukul 07:00 Wita, Rabu (8/1/2020) lalu.

Salah seorang warga setempat hendak buang hajat di kali itu. Dia melihat orok tersebut terbawa arus air. Kemudian, dia memberitahukan warga mengenai orok tersebut.

Setelah ditemukan, orok tersebut kemudian dibawa ke rumah kepala desa setempat. Seorang bidan memeriksa orok tersebut, menduga jika orok tersebut sudah berusia sekitar 6 bulan, dan baru saja digugurkan ibunya. (tadda)

ADVERTISEMENT