Masjid Terapung akan Dibangun di Pesisir Palopo, Walikota Tinjau Lokasinya di Sekitar Jalan Lingkar

499
Walikota Palopo, HM Judas Amir, meninjau kawasan pesisir utara Kota Palopo di Kelurahan Sabbamparu, Kecamatan Wara Utara, atau tepatnya kawasan Jalan Lingkar Utara Palopo. Bersama Camat Wara Utara, Ramli dan sejumlah lurah, Judas Amir menyampaikan jika di kawasan tersebut akan dibangun Masjid Terapung Kota Palopo.
ADVERTISEMENT

PALOPO–Walikota Palopo, HM Judas Amir, meninjau kawasan pesisir utara Kota Palopo di Kelurahan Sabbamparu, Kecamatan Wara Utara, atau tepatnya kawasan Jalan Lingkar Utara Palopo. Bersama Camat Wara Utara, Ramli dan sejumlah lurah, Judas Amir menyampaikan jika di kawasan tersebut akan dibangun Masjid Terapung Kota Palopo.

“Insya Allah, di kawasan ini akan dibangun Masjid Terapung Palopo,” kata Judas Amir, Minggu (22/5/2022).

Masjid Terapung Palopo tersebut akan didanai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Kabarnya, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman akan menggelontorkan dana sebesar Rp15 miliar untuk mendanai pembangunan Masjid Terapung Palopo tersebut.

“Pemkot Palopo menyiapkan lahannya. Kita tawarkan ke Pak Gubernur agar Masjid Terapung Palopo ini dibangun di kawasan Jalan Lingkar, karena lokasinya sangat strategis,” kata Judas Amir, seraya mengatakan, nantinya Masjid Terapung Palopo ini akan menjadi ikon religi Kota Palopo di wilayah pesisir.

ADVERTISEMENT

“Bapak Gubernur sudah membicarakan dengan saya rencana ini, termasuk anggarannya,” lanjut Judas Amir.

Terkait rencana pembangunan Masjid Terapung Palopo di kawasan Jalan Lingkar utara Palopo tersebut, Judas Amir akan mengundang sejumlah pihak untuk membicarakannya di Kantor Walikota, Senin (23/5/2022). Termasuk pihak BPN Kota Palopo dan sejumlah warga yang mengklaim memiliki lahan di kawasan pesisir Kota Palopo.

“Ada beberapa warga mengakui jika lahan itu miliknya sehingga saya mengundang mereka, termasuk pihak BPN untuk membicarakan permasalahan tersebut, termasuk saya akan sampaikan rencana pembangunan Masjid Terapung Palopo di sana. Namun perlu saya pertegas, lahan di sana itu adalah tanah negara sehingga milik pemerintah. Persoalan ini sudah dibicarakan di berbagai tingkatan pemerintahan, dan lahan tersebut adalah tanah negara dari bekas pendangkalan laut di wilayah pesisir,” kata Judas Amir. (***)

ADVERTISEMENT