Mengharukan! Niat Hendak Dampingi Puteranya Ikut Seleksi Bintara Polri di Makassar, Pejabat Luwu Utara Tewas Ditabrak Pick Up di Pangkep

376
Alm Mustamin
ADVERTISEMENT

NIAT Mustaming menyaksikan putera semata wayangnya mengikuti seleksi Bintara Polri di Mapolda Sulsel berujung maut. Pejabat Lutra ini, tepatnya Kasubag Umum dan Rumah Tangga BPBD Luwu Utara ini, menemui ajalnya ditabrak mobil pick up di jalan poros Mandalle, Kabupaten Pangkep.

Awalnya, perjalanan Mustamin menumpangi bus angkutan umum dari Masamba tujuan Makassar berjalan lancar. Sang anak, Wahyu Mustamin, lebih dahulu berangkat bersama rombongan peserta seleksi dari Polres Luwu Utara.

ADVERTISEMENT

Namun, kejadian naas menimpa Mustamin. Betul kata pepatah, tidak seorang pun yang mampu memprediksi apa yang akan terjadi nanti. Perjalanan yang menyenangkan dengan segenggam impian sang ayah melihat anaknya menjadi polisi, berubah dalam hitungan jam.

Saat di perjalanan, bus yang ditumpangi sang ayah, mampir di Mandalle, Kabupaten Pangkep, untuk menunaikan ibadah salat subuh di sebuah masjid. Jarak Pangkep – Makassar sisa 53 km saja. Jika tak ada aral melintang sang ayah, Mustamin, akan tiba di Makassar, pagi.

Betul, tak ada yang bisa meprediksi apa yang akan terjadi kemudian. Semua dalam skenario Tuhan Yang Maha Kuasa. Melansir Indikatorintim.com, usai salat subuh, saat hendak kembali naik ke bus, orang tua Wahyu itu ditabrak oleh sebuah mobil pick-up pengangkut ayam.

Usai menabrak ayah Wahyu Mustamin, mobil pick-up tersebut langsung kabur. “Beliau terseret sekitar 7 meter dan meninggal di tempat,” ungkap Bustam, sopir bus lain yang melihat kejadian tersebut, Selasa, 19 April 2022 pukul 05.30 WITA.

Jenazah sang ayah yang sudah terbujur kaku tak bernyawa sempat dibawa ke Puskesmas Mandalle sebelum dibawa kembali ke kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Wahyu yang mengetahui kejadian tersebut tak bisa menyembunyikan perasaan sedih yang luar biasa.

Wahyu masih punya waktu melihat jasad sang ayah karena memang proses seleksi belum dimulai. Ia pun sedih dan menangis memandang jasad sang ayah yang terbujur kaku. Cobaan berat harus ia lewati. Impian sang ayah melihat dirinya berseragam Polri kini tak bisa lagi.

Namun, Wahyu tak ingin mengecewakan orang tuanya. Ia tetap bertekad melanjutkan mimpi sang ayah untuk menjadi seorang polisi. Dengan penuh isak tangis, ia memohon doa agar impian sang ayah yang menginginkan dirinya lulus dan menjadi polisi bisa terwujud.

Atas kejadian ini, segenap masyarakat berharap Kapolda Sulsel dapat mewujudkan impian almarhum melihat anaknya, Wahyu, memakai seragam kepolisian yang begitu ia impikan semasa hidupnya. Apalagi ia meninggal saat ingin mendampingi anaknya ikut seleksi.

Untuk diketahui, almarhum Mustamin, adalah seorang Aparatur Sipil Negara yang bekerja dan bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara. Jabatan terakhir almarhum adalah Kasubag Umum dan Rumah Tangga BPBD Luwu Utara. (*/LH)

ADVERTISEMENT