Nico Kanter Umumkan Penjualan PT Vale Triwulan Ketiga Capai 205 Juta Dollar AS

4880
Nico Kanter Presiden Direktur PT Vale Indonesia
Nico Kanter Presiden Direktur PT Vale Indonesia
ADVERTISEMENT

JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk mengumumkan pencapaian kinerja yang tidak diaudit untuk triwulan ketiga tahun 2018 (“3T18”). Perseroan mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.193 mt dan penjualan sebesar AS$205,0 juta di triwulan ini. “Saya senang mengumumkan triwulan ketiga tahun 2018 yang menguntungkan dikarenakan harga penjualan yang lebih tinggi,” kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur Perseroan, Rabu (24/10/2018).

Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, produksi nikel dalam matte dan pengiriman nikel matte masing- masing sekitar 4% dan 1% lebih rendah. Namun, pendapatan sedikit lebih tinggi, karena harga realisasi rata-rata lebih tinggi di 3T18. Kami akan tetap fokus dalam mengoptimalisasikan kapasitas produksi kami, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

” Dari sisi operasi, produksi di triwulan ketiga tahun 2018 berada di bawah rencana sebagai akibat dari aktivitas pemeliharaan yang tidak direncanakan untuk mengatasi masalah operasional yang teridentifikasi dan juga untuk memastikan keselamatan operasi kami. Kami dapat memajukan jadwal pemeliharaan yang sebelumnya direncanakan di 4T18 menjadi 3T18, dan tidak berharap akan adanya tambahan aktivitas pemeliharaan yang besar hingga akhir tahun,” katanya.

Beban pokok pendapatan Perseroan di 3T18 menurun sebesar AS$4,8 juta meskipun harga bahan bakar dan batubara meningkat signifikan. Harga Minyak Bakar Bersulfur Tinggi (HSFO) meningkat sebesar 13%, Minyak Diesel (HSD) 5% sedangkan batubara 7% per unit basis di 3T18 dibandingkan triwulan sebelumnya. Bahan bakar merupakan salah satu biaya terbesar Perseroan.

ADVERTISEMENT

Jika dibandingkan dengan 2T18, konsumsi HSFO dan diesel di 3T18 meningkat sebesar masing- masing 9% dan 6%, sedangkan konsumsi batubara menurun sebesar 3%. Peningkatan dalam konsumsi HSFO dan diesel dan penurunan dalam penggunaan batubara didorong oleh lebih rendahnya tingkat konversi di 3T18 karena pemeliharaan yang tidak direncanakan di coal mill.

EBITDA PT Vale di 3T18 adalah sebesar AS$69,5 juta, dibandingkan dengan AS$66,1 juta di 2T18, hal ini terutama disebabkan oleh lebih tingginya rata-rata harga realisasi. Kas dan setara kas Perseroan meningkat sebesar AS$266,3 juta pada 30 September 2018, dari AS$185,9 juta pada 30 Juni 2018. PT Vale akan terus melakukan kontrol yang hati-hati atas pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas. PT Vale telah mengeluarkan sekitar AS$27,7 juta belanja modal di 3T18, naik dari AS$13,3 juta di 2T18.

” Karena aktivitas pemeliharaan di 3T18 yang tidak terencana ini, kami merevisi target produksi tahun penuh kami menjadi 75.000 t di 2018, turun dari perkiraan 77.000 t di 2T18. Di saat yang bersamaan, Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan, keselamatan jiwa merupakan hal terpenting,”.

” Kami menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Perseroan. Pencapaian operasional interim dan hasil keuangan yang belum diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya– semua angka dinyatakan dalam AS$ kecuali untuk produksi nikel dalam matte dan penjualannya yang dinyatakan dalam metrik ton,” tandasnya. (rls/adn)

ADVERTISEMENT