Palopo akan Dicanangkan Jadi Kota Wisata Kesehatan, Judas Amir: Semua Faskes Miliki Rest Area

117
Walikota Palopo, HM Judas Amir
ADVERTISEMENT

PALOPO–Dinas Kesehatan Kota Palopo menggelar pertemuan terkait kesiapan Kota Palopo untuk dicanangkan menjadi Kota Wisata Kesehatan di Sulsel. Pertemuan ini berlangsung
di Auditorium Saokotae, Selasa (31/05/22).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Walikota Palopo, HM Judas Amir, bersama Kadis Kesehatan Palopo, Taufiq. Hadir juga Ketua IDI Palopo, dr Abdul Syukur Kuddus, Kepala Disparekraf Palopo, Dra Munasirah, serta para Kepala Puskesmas se-Kota Palopo, dan pengelola Rumah Sakit se Kota Palopo.

Walikota Palopo, HM Judas Amir dalam pertemuan tersebut, mengatakan, pihaknya selalu ingin berpikir agar orang di luar Kota palopo datang berkunjung ke Kota Palopo. “Sehingga apa yang sudah kita bangun dapat dijaga dengan baik,” kata Judas Amir.

Seperti halnya Kambo, Walikota Palopo dua periode ini menilai bahwa Kambo tidak perlu ada yang diubah. “Cukup seperti itu saja dulu, nanti Tim dari pusat yang datang menilai dan disampaikan bahwa seperti inilah Kambo, kita minta petunjuk dan saran seperti apa untuk menyempurnakan tempat itu (Kambo),” ujar Judas Amir.

ADVERTISEMENT

Ketua Nasdem Palopo ini menambahkan, jangan sampai ada yang diubah yang menurut kita sudah bagus, tapi menurut Tim dari pusat berbeda sehingga dapat mengurangi nilai dari tempat tersebut. “Kita harus meminta petunjuk apa yang harus kita lakukan sehingga Kambo ini nantinya bisa menjadi tempat wisata yang terkemuka,” sebutnya.

Selain itu, Judas Amir juga menegaskan, setiap Fasilitas Kesehatan (Faskes), baik itu puskesmas maupun rumah sakit harus memiliki rest area. “Kita harus lengkapi fasilitas kesehatan dengan rest area ini, kita harus publikasikan secara baik. Jadi Rest Area ini kita tidak tentukan bentuknya seperti apa silahkan berkreasi masing-masing,” kata Judas.

Judas Amir juga meminta pembenahan terhadap UPTD Jemput Antar (JA) yang harus melayani orang dari mana saja yang berkunjung ke Palopo untuk difasilitas ke rumah sakit apabila sakit dan pastikan mobil JA stand by mengantar ke rumah sakit yang diinginkan oleh pasien. “Dan juga terkait dengan imunisasi. Jika belum berjalan dengan baik, maka kita harus laksanakan dengan baik. Jika perlu harus mencapai 100 persen dan ini harus menjadi perhatian kita bersama,” pungkas Judas Amir. (ayb)

ADVERTISEMENT