Palopo Super League Bergulir Februari, Exco PSSI Palopo: Utamakan Pembinaan Usia Muda

349

PALOPO–Ajang Palopo Super League yang bakal menggelinding di Februari 2020 mendatang, mendapat perhatian khusus dari anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Palopo, Dr Bachtiar.

Disampaikan Dr Bachtiar saat dijumpai di salah satu warkop di Jalan Kelapa, Kamis petang, 2 Januari 2020, ia menyampaikan harapannya terkait rencana Ketua Askot PSSI Palopo dr Abdul Syukur Kuddus yang berniat menggelar Palopo Super League (PSL) untuk mencari bibit-bibit baru persepakbolaan di kota Palopo.

“Pertama, tentu kita sambut baik, diharapkan event itu tidak sekadar seremonial tetapi menjadi pemicu bergairahnya insan-insan persepakbolaan di kota Palopo mulai dari klub, pemain, wasit, pelatih hingga masyarakat penggemar sepakbola,” ucap akademisi di Universitas Andi Djemma itu.

Lanjut dia, kedua adalah soal mentoring pemain, kita butuh pemain yang skill bagus dan bisa diproyeksikan ke ajang-ajang regional, seperti Piala Soeratin, Porda dan juga Liga 3, sebut Bachtiar.

“Ketiga, mentoring pelatih dan wasit sehingga kita nanti punya pelatih berkualitas begitupun dengan wasit, semua ini demi meningkatkan kualitas persepakbolaan, tidak saja enak ditonton tetapi insan-insan sepakbola ini secara metode dan ilmu persepakbolaan meningkat, dan anak-anak kita terutama U-16 dan U-23 bisa menyiapkan diri mereka untuk ajang-ajang yang bisa membawa harum nama kota Palopo ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI dr Abdul Syukur Kuddus menyebut, jika Palopo Super League ini diharapkan bisa diikuti klub-klub resmi yang terdaftar di PSSI kota Palopo, dengan sistem setengah kompetisi dan mengadopsi sistem yang diterapkan di liga reguler PSSI yakni sistem promosi dan degradasi.

“Palopo Super League ini sebenarnya dibuat sebagai ajang bagi semua klub yang ada di kota Palopo untuk berbenah di tahun 2020 ini, karena dengan kompetisi ini nantinya, diharapkan akan lahir bibit-bibit pesepakbola andal, yang bisa menjadi penerus pemain sekelas Syamsidar yang pernah menjadi pemain di Timnas Indonesia,” kunci dr Syukur. (Iys)