Pasca 20 Santri Dinyatakan Positif, Status Luwu Utara Dinaikkan Jadi Tanggap Darurat Covid-19

1011
ADVERTISEMENT

MASAMBA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara memutuskan menaikkan status Luwu Utara dari siaga darurat bencana non alam covid-19 menjadi tanggap darurat. Menyusul adanya peningkatan kasus positif yang signifikan dalam dua hari saja, dari tiga menjadi 20 kasus terkonfirmasi positif covid-19, meskipun kasusnya adalah positif imported case.

Hal ini diungkap Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Muslim Muhtar, Sabtu (2/5/2020), di Masamba. Menurut dia, dengan perubahan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat membuat seluruh potensi yang ada harus betul-betul dimaksimalkan dalam upaya penanganan covid-19, sekaligus memutus mata rantai penularannya.

ADVERTISEMENT

“Kita harus mengerahkan semua sumber daya yang ada, baik itu tenaga, fikiran, termasuk anggaran tentunya. Artinya, kita full konsentrasi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Luwu Utara,” kata Muslim sembari mengatakan bahwa perubahan status ini atas instruksi Ketua Gugus Tugas yang juga Bupati Luwu Utara.

Ia mengatakan, dengan naiknya status Luwu Utara menjadi tanggap darurat, maka penanganan covid-19 harus bisa dilakukan lebih cepat, tepat, fokus, terarah dan terpadu. “Salah satu bentuk penanganan yang bisa kita lihat tadi adalah dengan membawa 19 orang yang terkonfirmasi positif untuk dikarantina di Makassar sesuai instruksi pimpinan, dan kita yang fasilitasi mereka,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa posko-posko penjagaan di sebelah barat dan timur juga diperketat. Orang dari luar daerah tak bisa lagi asal masuk tanpa menunjukkan KTP, surat keterangam sehat, termasuk hasil rapid test. “Semua ini kita lakukan demi memutus mata rantai penyebaran covid-19. Mari kita dukung bersama upaya ini,” harap Kalaksa BPBD ini.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menaati imbauan pemerintah untuk tetap jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan di air mengalir serta tidak keluar rumah jika tak ada yang mendesak. “Dibutuhkan dukungan dan kerjasama kita semua untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Mari saling menguatkan, jangan saling menyalahkan.,” pungkasnya. (LH)

ADVERTISEMENT