Pemberdayaan Masyarakat, PT Vale Indonesia Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Blok Bahodopi

42
Program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia. (Foto : Dok. PT Vale Indonesia)
ADVERTISEMENT

MOROWALI — PT Vale Indonesia Tbk mulai penerapan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) di area pemberdayaan Blok Bahodopi Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Penerapan dimulai dengan melakukan pelatihan PSRLB selama delapan hari dari tanggl 6 hingga 13 Desember 2021, yang melibatkan para kelompok tani di empat desa binaan, yaitu Bahomatefe, Bahomoahi, Ululere, dan Kolono.

Sebanyak 60 petani secara konsisten hadir selama pelatihan berlangsung. Peserta diberikan pelatihan tanaman herbal, penanaman padi di pekarangan, penanaman sayuran organik, dan penanaman padi di sawah.

Pemda Kabupaten Morowali melalui Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Abd Muttaqin mengapresiasi pelatihan ini. Apalagi kegiatan itu dilanjutkan dengan pendampingan selama satu tahun kedepan.

ADVERTISEMENT

“Diharapkan para petani dapat memanfaatkan waktunya sebaik-baik mungkin untuk hadir, dan mengambil banyak ilmu dari pelatihan. Kami berharap daerah ini menjadi pusat pertanian organik kedepan,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Corporate Affairs and General Admin PT Vale Indonesia Tbk, Yusuf Suharso berharap Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan bisa diterapkan petani, apalagi konsepnya selaras dengan alam dan memiliki nilai ekologis, nilai sosiologis dan nilai ekonomis.

ADVERTISEMENT

“Pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan mengedepankan kearifan lokal dan kemandirian, sebagai tindakan koreksi dari metode bertani konvensional yang hanya mengandalkan pupuk kimia dan pestisida,” ujarnya.

Yusuf Suharso menuturkan, program pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan sebagai salah satu Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya masyarakat tani yang berada di daerah pemberdayaan PT Vale Indonesia Tbk tepatnya blok Bahodopi.

“Program ini tentu mengedepankan skala prioritas tiga kawasan yang sangat dekat dari area operasional. Tiga Kawasan tersebut, wilayah kerja, wilayah peran dan wilayah sosial dengan mengedepankan belajar dari pengalaman, melalui proses belajar secara alamiah mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan,” paparnya. (rls)

ADVERTISEMENT