Pengakuan Mengejutkan Gadis Manis “Pabbengkel” di Kota Palopo, Ternyata Cita-citanya Sangat Mulia, Sayangnya….

610
Hasmiani alias Anin pekerja bengkel di kota Palopo. (Foto: Jurnal Palopo)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM — Hasmiani, gadis manis yang rela tangan halusnya berlumuran oli dan hitam akibat mengganti ban pelanggannya sebagai “Pabbengkel” di kota Palopo itu kian terkenal saja di antero Sulawesi Selatan.

Ini, setelah warganet mengunggah video dirinya yang sedang bekerja demi sesuap nasi di tengah pandemi Covid-19 yang terus menggerus ekonomi rakyat.

ADVERTISEMENT

Gadis kelahiran Morowali, 18 tahun silam ini bersama sang kakak membuka usaha bengkel dan tambal ban di Jalan Trans Sulawesi, di kelurahan Buntu Datu kecamatan Bara, Palopo.

Putri bungsu dari 5 bersaudara itu baru dua minggu menjejakkan kakinya di kota idaman.

Saat dihubungi Koran Seruya via WhatsApp, Jumat petang tadi (6/8), Anin, demikian lulusan SMA Soyojaya Morowali Sulawesi Tengah itu, mengaku sebenarnya cita-citanya adalah menjadi dokter. Namun apa daya, dirinya hanya bisa bermimpi karena tak punya biaya untuk kuliah di kedokteran yang dikenal sebagai jurusan paling mahal apalagi untuk ukuran seorang penambal ban tepi jalan seperti dirinya.

“Saya dulu sebenarnya bercita-cita ingin jadi dokter. Sampai sekarang juga. Tapi karena tak punya biaya ya sudah, saya jalani saja hidup saya apa adanya. Saya lebih senang bekerja sebagai penambal ban dan punya usaha sendiri dibanding harus bekerja kantoran, saya lebih suka bebas, tidak mau dikekang atasan,” cerita Hasmiani yang mengaku sejak SMA mulai tertarik dengan dunia otomatif dan gemar mengoprak oprek sendiri kendaraan roda duanya.

Saat ditanya soal profesi barunya ini, yang rentan dengan godaan para pria yang kadang berbuat iseng, Anin merasa sudah terbiasa dan menganggap itu sebagai sebuah tantangan yang mau tidak mau harus ia hadapi.

“Ya semoga saja tidak ada yang (berbuat) iseng atau jahil, tapi saya harus kuat hadapi tantangan dan kenyataan ini, harus saya hadapi, lagi pula saya kan tidak sendiri ada dua orang (pria) yang juga bekerja disini, jadi tidak mungkin ada yang mau kurang ajar,” pungkasnya.

Diketahui, sejak viralnya video tentang dirinya di sosmed, Nani saat ini sudah menerima bantuan dari dua tokoh publik, yakni dari wakil ketua DPRD Sulsel Syahruddin Alrif berupa uang sebesar Rp7 juta dan bantuan beasiswa hingga wisuda sarjana dari yayasan Pengelola Universitas Mega Buana Palopo.

(*)

ADVERTISEMENT