Pengawasan Kurang, Balapan Liar Kembali Marak di Kota Palopo

893
ADVERTISEMENT

PALOPO — Aksi balapan liar kembali marak terjadi di kota Palopo dalam beberapa pekan terakhir ini.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Seperti yang terlihat pada Sabtu tengah malam atau Minggu dini hari kemarin (3/11), dimana aksi balapan liar dilakukan remaja belasan tahun di sekitar gedung SaodenraE Jalan Ahmad Yani Palopo, kemudian berpindah ke sekitar Lapangan Pancasila Jalan Andi Baso Rahim, dan pindah lagi ke area terminal Dangerakko.

Anehnya, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Palopo tak bisa berbuat apa-apa dan dibuat kewalahan dengan aksi nekad para remaja “kepala batu” tersebut.
Aksi balapan liar di sejumlah titik dalam Kota Palopo ini terjadi hampir setiap malam Sabtu dan Minggu, terutama pada jam-jam sepi, di saat warga Palopo sebagian besar sudah terlelap oleh mimpi indahnya. Bahkan, terkadang, aksi nekad remaja ini dilakukan pada dini hari hingga usai salat Subuh, sekira pukul 05.00 Wita.

Sejumlah warga Palopo khususnya yang berada di seputar lokasi balapan liar, kepada SeruYA meminta agar pihak berwajib bertindak tegas dan menghentikan aksi tersebut, karena dirasa sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Aksi balapan liar yang dilakukan beberapa remaja membuat masyarakat merasa terganggu bukan cuma warga sekitar, bahkan pengguna jalan pun ikut resah karena aksi mereka yang sempat memblokir jalan raya,” ucap Muh. Rifai, salah satu warga di dekat lokasi balapan liar.

Meskipun aksi balapan liar itu sempat dibubarkan pihak berwajib, akan tetapi, sudah berulangkali para remaja tersebut datang lagi melakukan aksinya.

“Tidak ada efek jeranya, karena mereka tetap ji melakukan aksinya di lokasi berbeda. Petugas harus tegas, jika ada aksi serupa, motornya ditahan saja selama 3 bulan, atau ditilang dengan denda yang lebih besar, supaya mereka kapok,” pinta warga yang bermukim di kawasan terminal Dangerakko tersebut. (Iys)

ADVERTISEMENT