Penggalangan Dana di Jalan Dikeluhkan Warga, Judas Amir: Itu Bukti Mahasiswa Palopo Punya Kepekaan Sosial

560
ADVERTISEMENT

PALOPO-Walikota Palopo, HM Judas Amir, menegaskan jika penggalangan dana di jalan protokol yang kerap dilakukan oleh lembaga kemahasiswaan, bukanlah sesuatu hal yang harus diperdebatkan.

Menurutnya, hal itu menunjukkan jika lembaga kemahasiswaan yanga ada di Kota Palopo, peka terhadap kondisi sosial yang terjadi di masyarakat. Penegasan tersebut, dilontarkan Judas Amir, lantaran banyaknya masyarakat yang mempersoalkan hal tersebut.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan oleh, orang nomor satu di Kota Palopo, saat memimpin pertemuan dengan para pimpinan perguruan tinggi dan sejumlah lembaga kemahasiswaan di ruang rapat pimpinan lantai III kantor walikota palopo, Selasa (22/12/2020).

Pertemuan itu, dilaksanakan untuk menyikapi gerakan sosial pengumpulan dana bantuan bagi korban bencana dan warga rentan sosial lainnya, yang marak di jalan-jalan Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan, jika keberadaan aksi penggalangan dana itu, terkesan tidak lagi sekedar meminta sumbangan, tetapi sangat-sangat mengganggu ketertiban umum. Lantaran para mahasiswa kerap kali memarkir kendaraan mereka ditengah jalan yang otomatis mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat lainnya.

“Sebenarnya ada yang meminta (masyarakat), baik melalui telepon maupun WA kepada saya, untuk langsung saja membubarkan aksi itu. Tapi tidak seperti itu. Inilah gunanya kita diskusi bersama, untuk kita pikirkan bersama, membicarakan dan mencari jalan terbaik terkait hal ini,” katanya.

ADVERTISEMENT

“Kita berbangga adik dan anak-anak kita punya kepekaan sosial untuk membantu saudara kita yang terkena musibah. Penggalangan dana (dijalan) itu bukanlah hal yang salah, tapi yang keliru adalah jika terjadi hal-hal yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat lainnya. Tidak boleh ada yang dilanggar dari aksi penggalangan dana itu,” lanjutnya.

Sementara, salah seorang perwakilan dari IAIN Palopo, juga tidak menampik jika apa yang dilakukan oleh mahasiswa itu, sangat membantu masyarakat yang tidak sempat menyalurkan bantuan secara langsung.

Namun katanya, disisi lain, kadang dengan aksi itu juga, membuat kesal masyarakat dengan terganggunya kenyamanan pengguna jalan. “Jadi kita harus menjalankan kegiatan sosial tapi kita juga harus memperhatikan kepentingan sosial yang lain,” ungkapnya.

Pada pertemuan itu disepakati bahwa penggalangan dana (dijalan) sah-sah saja asal tidak ada yang dilanggar, seperti mengganggu ketertiban kepentingan masyarakat lainnya.

Pertemuan itu diikuti juga Asisten I setda palopo, Asisten III, kepala bpkad, plt.kadis sosial, Kaban Kesbangpol, kasatpol pp, pimpinan perguruan tinggi, ketua/pengurus kelembagaan mahasiswa/organisasi kemahasiswaan Kota Palopo. (Har/Sya)

ADVERTISEMENT