Penghuni Pertama Wisata Covid di Hotel Kamanre Masih Misterius, Diduga Istri Pejabat yang Tinggal di Wara Timur?

2809
Hotel Kamanre di Jalan Benteng Raya resmi menjadi hotel program wisata Covid dari Provinsi Sulsel. (Foto: Iccank/Koran Seruya)
ADVERTISEMENT

PALOPO–Sejak diresmikan penggunaannya Senin siang tadi (30/11) oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, kawasan wisata Covid di Hotel Kamanre Palopo sudah menerima 1 orang pasien baru, yang identitasnya sangat dirahasiakan.

Pasien pertama ini, masuk sekira pukul 16.30 Wita petang tadi di penginapan yang beralamat di Jalan Benteng Raya, Wara Timur itu.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Palopo, DR dr Ishaq Iskandar MKes saat dihubungi Koran Seruya Senin malam, enggan membuka identitas penghuni pertama sekaligus akan menjadi Duta Covid berjenis kelamin perempuan tersebut.

Namun, kuat dugaan, perempuan berusia 58 tahun itu adalah istri salah seorang pejabat di kota Palopo. Hanya saja Jubir dr Ishaq enggan menyampaikan secara terbuka identitas pasien pertama tersebut.

ADVERTISEMENT

“Maaf kami dilarang membuka identitas pasien, hanya inisial nama saja, umur dan jenis kelamin, untuk secara detail kami tidak bisa buka, begitu pun dengan riwayat penyakitnya karena itu adalah privasi pasien yang diatur UU yang tidak boleh secara sembarangan kami ekspose ke publik,” ujar Jubir Covid-19 kota Palopo.

Diketahui, SM, pasien pertama wisata covid di Hotel Kamanre masuk sore tadi sekira pukul 16.30 Wita.

ADVERTISEMENT

Dari sumber terpercaya lainnya diketahui, jika SM adalah pasien berstatus ASN dan berdomisili di kelurahan Salekoe kecamatan Wara Timur.

‘”Ia masuk tadi sore, sekitar jam 16.30 Wita. Ny. SM sejak Rabu lalu terkonfirmasi positif Covid-19,” ucap Sumber.

Menurut data resmi Dinkes Palopo, hingga Minggu 29 November 2020 kemarin, untuk kasus virus Corona di Palopo tercatat ada 36 pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif, sembuh sebanyak 365 orang, dan meninggal dunia 15 serta case fatality rate atau angka kematian sebesar 3,60%.

 

Dukungan Provinsi untuk Kota Palopo

Sementara itu Walikota Palopo, HM Judas Amir saat mendampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, DR dr H. Baso Bachtiar MKes dan Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel, HM Husni Thamrin SKM MKes, mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan gubernur Sulsel kepada kota Palopo sebagai satu-satunya kota di luar Makassar yang dinilai siap melaksanakan program wisata Covid-19.

“Kami berterima kasih karena Palopo mendapat kepercayaan dan diberi amanah melaksanakan program wisata duta Covid-19. Tentu dengan adanya program ini, pasien kita tak perlu lagi jauh-jauh ke kota Makassar, pasien Covid-19 di 6 kab/kota yang ada se Luwu Raya dan Toraja Raya bisa datang ke sini langsung,” ucap Judas Amir.

Judas menyebut jumlah kamar yang disediakan untuk pasien Duta Covid di Hotel Kamanre adalah sebanyak 56 kamar, dengan 5 orang relawan dan 1 dokter jaga, yang setiap 15 hari akan diganti atau berotasi, menggunakan sistem shift kerja.

Koordinator Wisata Duta Covid-19 Provinsi Sulsel, H Moh Husni Thamrin SKM MKes menyampaikan bahwa pembukaan secara resmi wisata covid untuk wilayah Luwu Raya dan Tana Toraja ini merupakan program Pemerintah Provinsi Sulsel dengan Pemerintah Kota Palopo dalam menekan angka isolasi mandiri di rumah.

“Karena yang kita ketahui yang telah isolasi mandiri di rumah masing-masing akan melahirkan klaster baru yaitu klaster rumah tangga yang dapat menularkan kepada keluarga lainnya,” jelasnya.

Di wisata duta covid ini bagaimana kita akan memberikan tempat isolasi mandiri yang nyaman agar meningkatkan imun dari pasien tersebut, imbuh dia.

“Wisata Covid sekarang ini kita sudah merawat sebanyak 6.700 orang dan yang telah pulang dengan sehat sebanyak 6.500 sehingga tingkat kesembuhan kita sudah mencapai 99%,” ungkap Husni.

Laporan/editor: Iccank Razcal

ADVERTISEMENT