Menurun, Tingkat Kesembuhan di Luwu Utara Mencapai 76 Persen

83
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM — Kasus positif di Luwu Utara dilaporkan Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 semakin menurun dari tanggal 28 Mei s/d 6 Juni 2020.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Dalam siaran persnya, TGC Covid Lutra melansir bahwa jumlah kasus kian menurun, dari 290 spesimen kontak tracing yang dilakukan, sebanyak 223 spesimen sudah terkonfirmasi negatif covid-19.

“Ada 67 spesimen masih menunggu hasil laboratorium dari BBLK Makassar. Sementara yang sembuh mengalami peningkatan sebesar 72 persen. Kontak tracing yang dilakukan memberikan dampak terhadap penurunan kasus di Kabupaten Luwu Utara,” terang Komang Krisna, Jubir resmi Covid-19 Lutra, Senin 8 Juni 2020.

Tetapi tim gerak cepat tetap menyisir dan mencari orang tanpa gejala (OTG ) yang menjadi sumber penularan dengan melalui kegiatan Rapid Test secara massal dan pengambilan swab OTG, ODP dan PDP.

ADVERTISEMENT

Rapid test dilakukan oleh TGC sebanyak 120 orang dan dua orang dinyatakan reaktif, imbuhnya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO mendefinisikan “new normal” sebagai sebuah masa transisi di mana pemerintah mulai membuka kembali fungsi kehidupan sosial dan ekonomi.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Upaya preventif promotif menjadi bagian yang sangat penting sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi new normal.

Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dengan harapan masyarakat dapat beraktivitas dengan mengikuti protokol kesehatan antara lain edukasi, sosialisasi, simulasi sesuai sektor atau bidang yang dibuka dan kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif, tulis Komang Krisna dalam rilisnya.

Masa-masa ini tidak bisa digunakan sebagai patokan bahwa virus corona sudah bisa ditaklukan. Sebaliknya, fase ini justru muncul sebelum vaksin resmi ditemukan. (iys)

ADVERTISEMENT