Sektor Penerimaan Kian Membaik, Tanda Perekonomian Palopo Berangsur Pulih

99
Bapenda Palopo saat melakukan pendataan ulang para penyewa Ruko yang telah jatuh tempo per September 2018 lalu.
ADVERTISEMENT

PALOPO–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Palopo dalam mengakhiri kuartal kedua atau mengawali kuartal ketiga di tahun anggaran 2020 ini mencatat penerimaan yang cukup signifikan, meski bayang-bayang pandemi Covid-19 masih menghantui.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll
Ini terlihat dari capaian OPD pencetak PAD terbesar di kota Palopo itu dalam laporan bulanan yang dirilis awal Juli lalu.
Kepala Bapenda Palopo didampingi Kepala Bidang Penagihan dan Pelayanan Bapenda Palopo Asran Muhajir mengatakan, capaian ini merupakan awal bangkitnya lagi ekonomi di kota Palopo, terlebih lagi setelah Walikota mengeluarkan 5 jurus terbarunya yang terangkum dalam Perwal nomor 10/2020 tentang tatanan adaptasi kebiasaan baru melalui protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
“Kita tentu bersyukur jika penerimaan dari 11 sumber pajak dan 2 sumber retribusi serta 2 pendapatan lain-lain yang sah semakin meningkat, kita harus bangkit dan tetap produktif di masa pandemi Covid-19 tetapi juga tetap waspada dan memperhatikan ketentuan pemerintah agar dua sisi ini berjalan beriringan,” kata Abdul Waris di ruang kerjanya.
Selain itu, tekan Waris, Pemkot Palopo utamanya Bapenda memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atas sejumlah rumah makan, resto dan juga cafe, tempat hiburan serta hotel pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan instansi atau OPD lain terkait dengan masalah pencegahan dan penanggulangan Covid-19, agar produktivitas mereka tetap terjaga sehingga dampak dari pengurangan tenaga kerja beberapa waktu lalu, secara bertahap bisa kembali pulih dan normal lagi.
 
Bapenda Palopo mencatat, dalam bulan Juni 2020 lalu, jumlah pendapatan yang diraih sebesar Rp.651.386.482.- sehingga posisi PAD yang disetor ke kas daerah, akumulasinya mencapai Rp15.198.246.645,-  sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2020.
Angka ini masih terus berproses menuju target sebesar Rp29.659.000.000 yang dipatok pada tahun anggaran 2020 ini. (iys)

ADVERTISEMENT