Peringati Sumpah Pemuda, Akham Basmin dan Sejumlah Pemuda Pelopor Raih Penghargaan di Luwu

171
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang berfoto bersama empat pemuda pelapor usai penyerahan penghargaan, di acara upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, di Lapangan Andi Djemma Belopa, Senin (28/10/2019).

BELOPA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemuda pelopor di Luwu saat memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, di Lapangan Andi Djemma Belopa, Senin (28/10/2019). Salah satu pemuda yang menerima penghargaan tersebut, yakni Andi Muhammad Ahkam Basmin atas prestasinya sebagai pegiat dan penggerak pemuda dalam sepak bola.

Pemuda pelapor lainnya yang menerima penghargaan, yakni Ahmadi Abbas sebagai pegiat dan penggerak lingkungan hidup, Nindi sebagai pegiat dan penggerak sanggar seni dan tari di Walenrang-Lamasi, Ksatria Jaya Saputra sebagai peserta Paskibraka tingkat nasional yang mewakili Sulsel.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-XCI, Senin (28/10/2019) di Lapangan Andi Lapangan Andi Jemma Belopa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga dengan tema “Bersatu kita Maju”. Tema Bersatu kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, dan menjadi keharusan karena di tangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju.

“Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa,” kata Basmin.

Dikatakan Basmin, Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun pada sisi yang lainnya, perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari ponografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

“Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral, karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja iklas,” tuturnya.

“Selain itu, harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional,” terangnya. (fit)