Pilot Sriwijaya Air, Capt Afwan yang Suka Berkopiah Putih itu Jadi Trending Topic, Foto Profil WAnya Sontak Jadi Viral

1029
Capt. Afwan (berpeci putih kanan) dan Copilot Diego Mamahit (kiri). Dok: Net/Koran Seruya
ADVERTISEMENT

BOGOR–Capt Afwan, Pilot Sriwijaya Air yang dikabarkan pesawatnya “hilang kontak” itu sering mengisi tausiyah atau ceramah di masjid. Capt Afwan dikenal taat beragama.

Bahkan saban kali libur, Capt Afwan sering ke masjid. Capt Afwan tinggal di Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

“Baik orangnya santun, rajin sholat, kalau libur pasti selalu ke masjid,” ungkap Ketua RT setempat, Agus Pramudibyo di kediaman Kapten Afwan, Sabtu (9/1/2021) malam.

Capt Afwan yang juga sempat menjadi bendahara masjid. Capt Afwan juga mantan ketua RT setempat.

ADVERTISEMENT

Capt Afwan sering memberi tausiah dalam setiap kegiatan keagamaan di lingkungan komplek.

“Beliau sering isi tausiah di arisan RT, ataupun kalau ada kegiatan-kegiatan di lingkungan perumahan sini,” terang Agus, melansir Suara.com.

Capt Afwan belum ber-KTP Bogor, tapi Capt Afwan sudah tinggal di RT 01/10 Perumahan BCE, Kabupaten Bogor sejak 10 tahun silam.

Ia diketahui tinggal bersama seorang istri dan tiga anak, paling sulung masih duduk di bangku kelas 1 SMP dan paling bungsu masih duduk di bangku TK.

Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 lepas landas (take off) dari Bandara Sukarno Hatta pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB, hilang kontak di atas Pulau Lancang Kepulauan Seribu.

Capt Afwan semasa hidupnya. Courtesy: WA Grup.Net / Koran Seruya

Mantan Anggota TNI AU

Pilot Pesawat Sriwijaya Air jatuh, Capt Afwan mantan anggota TNI AU. Capt Afwan pernah bertugas di Skadron Udara 4 dan Skadron Udara 31.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang B.

Ia menyatakan bahwa Capt Afwan, pilot pesawat itu adalah mantan personel TNI AU yang purnabakti atau menjadi purnawirawan pada 1998.

“Beliau (Afwan) pernah berdinas di Skadron Udara 4 dan Skadron Udara 31,” kata Gilang, seperti diberitakan Antara, Sabtu (09/01/2021).

Adapun untuk membantu proses pencarian pesawat, Gilang menegaskan TNI AU telah menyiagakan helikopter dan pesawat fix wing untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue – SAR).

“Helikoter Super Puma NAS-332 Skadron Udara 6 dan EC-725 Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor serta personel SAR dari Korpaskhas telah disiagakan,” katanya.

Selain helikopter, lanjut dia, TNI AU juga menyiapkan pesawat fix wing Boeing 737 Intai Maritim Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin Makassar dan CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 take off dari Bandara Sukarno Hatta pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB, hilang kontak di atas pulau Lancang Kepulauan Seribu.

Gilang juga mengungkapkan kalau di dalam pesawat yang jatuh tersebut ada tiga anggota keluarga personel TNI AU yang bertugas di Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

“Benar ada tiga anggota keluarga personel TNI AU masuk manifest pesawat. Suaminya berdinas di Lanud Supadio, Pontianak,” katanya.

Tiga anggota keluarga dari personel TNI AU itu, yakni Rahmania Ekananda (istri), Dinda Amelia (anak), dan Fazila Ammara (anak). Mereka keluarga dari Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio Kolonel Teknik Akhmad Khaidir.

Gilang berharap para penumpang pesawat Sriwijaya Air dapat segera ditemukan oleh petugas.

Frasa “Capt Afwan” Trending Topic di Twitter

Sementara itu, frasa: Capt Afwan, dipantau Koran Seruya di jagat Twitter menjadi Trending Topic, Minggu (10/1/2021).

Warganet banyak menceritakan kebaikan Almarhum semasa hidupnya.

Ada yang menulis jika Capt Afwan dikenal sebagai warga Bogor yang tak pernah ketinggalan salat 5 waktu di masjid dekat rumahnya. Ada juga warganet yang memberi testimoni jika Capt Afwan rajin bersedekah dan membantu sesama.

Capt Afwan, juga dikabarkan tidak pernah menolak jika diberi tugas oleh atasannya, ia bersedia bertugas kapan saja, asal bukan di hari Jumat.

“Ia ingin hari Jumat khusus untuk Almarhum beribadah, selain hari itu, dia siap,” tulis warganet, rekan Almarhum.

“Capt. Afwan lebih akrab dipanggil pak haji oleh para karyawan bandara Soetta dan dikenal sangat dermawan beliau sering bngt bagi” rezeki. Semoga Allah SWT memberikan yg terbaik untuk beliau…,” tulis akun @J4Rf4.

Bahkan ada Warganet yang menulis kisah pengalamannya dipiloti Capt Afwan saat perjalanan dari Jakarta hendak ke Bangka tapi pesawatnya mendarat darurat di Palembang, 8 Februari 2016 silam.

Netizen itu berkisah, katanya, pesawat yang ia tumpangi mencekam karena tiba-tiba seperti mati mesin dan kadang meluncur turun deras ke bawah, lalu naik terbang lagi dan akhirnya mereka selamat.

Ia baru mengetahui Capt Afwan adalah pilot yang menerbangkan pesawat itu setelah keluar menemui para penumpangnya, setelah berhasil mendarat di Bandara.

“Minta maaf atas peristiwa tadi, saya minta maaf sebesar-besarnya, jangan trauma naik pesawat lagi yah,” tulis Iga Wardhani di akun @Dear_igha yang menceritakan pengalamannya seraya berdoa agar Almarhum Capt Afwan husnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik disisiNya.

Berikut foto profil Captain Afwan di WhatsAppnya yang banyak dituit para Netizen, berisi pesan moral tentang pentingnya menjaga salat 5 waktu, bagi umat Muslim.

Selamat jalan captain, lahul Al Fatihah…..

(*/iys)

ADVERTISEMENT