Praka Dirham, Anggota TNI AD yang Gugur Ditembak KKB Bersama Tiga Rekannya di Papua Barat Ternyata Putera Luwu Asal Bonelemo

6166
Alm Praka Muhammad Dirham bersama istri dan buah hatinya. (ft/ist)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Praka Muhammad Dirham menjadi salah satu anggota TNI yang jadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021) dini hari. Dirham ternyata anggota TNI AD asal Bonelemo, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Bersama tiga rekannya, Praka Muhammad Dirham tewas diberondong senjata saat tidur di Posramil Kisor. Tiga korban lainnya masing-masing Serda Amrosius, Pratu Zul Ansari, dan Lettu Chb Dirman.

Selain empat anggota TNI AD yang gugur tersebut, seorang Anggota TNI AD bernama Pratu Ikbal hingga kini dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Informasi dihimpun KORAN SERUYA, Praka Muhammad Dirham adalah keponakan dari Kepala Desa Bonelemo, Luwu, Baso. Kabar Praka Muhammad Dirham menjadi salah satu korban penyerangan KKB tersebut, membuat keluarganya kaget dan bersedih.

ADVERTISEMENT

Kades Bonelemo, Baso membenarkan jika Praka Muhammad Dirham adalah keponakannya. “Dia anak dari kakak saya,” kata Baso, Kamis (2/9/2021).

Praka Muhammad Dirham sebelum bertugas di Papua Barat, dia bertugas di Gorontalo. Di sana, dia menikah dengan gadis Gorontalo dan dikaruniahi satu anak.

Semasa kecilnya, Praka Muhammad Dirham tinggal bersama kakeknya di Bonelemo hingga SD. Namun, tamat SD, Almarhum mengikti kakeknya ke Kediri.

Lohan Talofa, warganet yang dihubungi KORAN SERUYA, mengakui jika Praka Muhammad Dirham adalah putera Luwu. Menurut dia, kakek Almarhum adalah orang Bonelemo, Luwu asli. Namun orangtua Almarhum tinggal di Pangkep.

Diberitakan KORAN SERUYA sebelumnya, KKB memberondong tembakan ke Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis dini hari, (2/9/2021). Dalam insiden ini, sebanyak 4 anggota TNI AD tewas mengenaskan.

Keempat anggota TNI tersebut diberondong tembakan saat sedang tidur, sekitar pukul 03.00 WIT, Kamis dini hari. Tiga korban ditemukan tak bernyawa di Posramil Kisor, masing-masing Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari.

Pagi harinya, sekitar pukul 07.30 WIT, Lettu Chb Dirman selaku Danposramil Kisor ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, di semak-semak, tak jauh dari Posramil Kisor. Tak hanya itu, dalam penyerangan KKB ini, satu anggota TNI AD bernama Pratu Ikbal hingga kini dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron, membenarkan kejadian tersebut dan korban masih dalam proses evakuasi. Dikatakan, sebanyak 25 anggota Kodim dan Koramil Ayamaru bersenjata lengkap menuju Posramil Kisor.

Anggota Posramil yang meninggal dunia kemudian dievakuasi menuju Kodim 1809/Maybrat. Sedangkan saru orang anggota lainnya yang belum ditemukan dikabarkan lari ke dalam hutan dan dalam pencarian.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa ikut membenarkan aksi penyerangan menewaskan 4 anggota TNI tersebut. Menurutnya, penyerang diperkirakan berjumlah 50 orang. “Saat ini tim tengah melakukan investigasi di lokasi kejadian,” katanya. (liq)

ADVERTISEMENT