Progres Pekerjaan Jembatan Rampoang Sudah Capai 75 Persen

792
ADVERTISEMENT

PALOPO — Pekerjaan jembatan trans Sulawesi Selatan yang berada di Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo telah mencapai 75 persen.

Pemerintah Kota Palopo melalui PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel bekerjasama dengan PT Hospindo Inter Nusa Jaya terus melakukan pengejaran jembatan darurat tersebut. Perwakilan PTHospindo Inter Nusa Jaya, Ali Zulfadli mengatakan, progres pengerjaan jembatan Bailey kini telah mencapai 75 persen.

ADVERTISEMENT

“Perencanaan pekerjaan jembatan baley mulai dari perampungan dan perakitan hingga kini sudah mencapai 75 persen,” katanya.

Menurutnya, jika tidak ada hambatan berarti atau kendala di lapangan seperti cuaca dan lainnya, ia yakin jembatan darurat bisa dilalui secepatnya. Dia menyebutkan, jembatan darurat yang dibangun mampu menahan beban maksimal hingga 15 Ton.

“Untuk tonasenya maksimal 15 Ton. Untuk luas jembatan 5.5 meter, sementara panjangnya 21 meter dan lebar lantai jembatan 3.5 meter,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala BBPJN Sulawesi Selatan, Reiza Setiawan mengatakan, pihaknya menargetkan 10 hari kedepan pembangunan jembatan Bailey bisa dilalui.

“Untuk sementara kita akan pasang jembatan darurat dan insyaallah dalam waktu sepuluh hari jembatan Bailey akan siap dan bisa dilalui masyarakat kembali,” kata Reiza.

Dijelaskannya, pihaknya juga akan mengusulkan kepada kementerian untuk pembangunan jembatan permanen.

“Rencananya kami mengusulkan ke kementrian untuk penanganan di tahun 2023, karena penanganan jembatan permanen butuh waktu yang lama,” jelasnya.

“Yang kami utamakan bagaimana masyarakat melalui dengan cepat. Jadi penanganan jembatan darurat kita kejar dalam 10 hari,” pungkasnya. (ayb)

ADVERTISEMENT