Rekaman Suaranya Jadi Pesan Berantai Awas Banjir, PNS Palopo Has: Rekaman Itu Sudah Lama, Ada yang Edarkan Lagi

471
Tim BPBD Palopo bersama warga berusaha membersihkan material longsor yang menutup jalan Mancani-Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sabtu (30/10/2021)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Has, PNS di Pemerintah Kota Palopo, mengklarifikasi rekaman suaranya yang beredar jadi pesan berantai di berbagai jejaring sosial, yang isinya meminta masyarakat Kota Palopo untuk waspada karena hujan keras di wilayah pegunungan. Dalam rekaman itu disampaikan bahwa sekitar 3-4 jam ke depan akan terjadi banjir.

Dalam rekaman berdurasi 0:52 detik itu, terdengar suara Has mengimbau kepada masyarakat Palopo untuk waspada karena hujan keras di wilayah pegunungan.

“Rekaman itu memang suara saya, yang saya buat sekitar dua minggu lalu, saat terjadi banjir di wilayah Telluwanua karena saat itu hujan lebat dan benar terjadi banjir di wilayah Telluwanua, terutama di Kelurahan Jaya. Jadi rekaman suara itu sudah lama, bukan rekaman baru,” kata Has kepada KORAN SERUYA, Kamis (11/11/2021).

Has mengaku heran karena rekaman suaranya beredar di berbagai jejaring sosial. Padahal, kata dia, rekaman tersebut hanya dikirim di dua group WA dua minggu lalu saat terjadi banjir di Telluwanua, yakni Group WA Forum ASN eks Luwu, dan group WA RT/RW Kelurahan Dangerakko.

ADVERTISEMENT

Menurut Has, beredarnya rekaman suaranya tersebut sudah diklarifikasi kepada pimpinannya. “Saya sudah klarifikasi kepada Pak Sekda, dan saya juga meluruskannya melalui media,” kata Has.

BERIKUT KLARIFIKASI LENGKAPNYA:

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB…SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA…MOHON MAAF BPK/IBU TEMAN2 SEMUA YG ADA DLM GROUP INI IZIN MENGKLARIFIKASI TENTANG BEREDARNYA REKAMAN AUDIO YG BEREDAR DI BEBERAPA GROUP WHATSHAPP, BAHWA REKAMAN TERSEBUT KELUAR SUDAH BEBERAPA MINGGU KEMARIN WAKTU KEJADIAN PASCA BENCANA DI WALMAS, DATA ITU SY AMBIL DI PRAKIRAAN CUACA BMKG DAN INFO DARI TEMAN2 DI BPBD KOTA PLP YG DI KIRIM LEWAT GROUP INI…

SELAKU KETUA RW SY SANGAT PRIHATIN TERHADAP MASYARAKAT DGN INFO TERSEBUT, MAKANYA SY BUAT REKAMAN DAN SY KIRIM DI 2 GROUP YAITU GROUP INI( FORUM) DAN GROUP RW/RT KEL.DANGERAKKO…DAN TADI SY SUDH MENGHADAP SAMA PAK SEKDA SELAKU PIMPINAN UNTUK MELURUSKAN HAL INI.

SY JUGA SUDAH KLARIFIKASI REKAMAN TERSEBUT DGN MEDIA MASSA SESUAI PETUNJUK PAK SEKDA SEKALI GUS MINTA MAAF KPD SELURUH MASYARAKAT KOTA PALOPO YG SEMALM RESAH DAN PANIT…UNTUK ITU DGN ADANYA KLARIFIKASI DI ATAS MAKA SY MOHON TEMAN2 SEMUA JGN ADA LAGI ADA YG KIRIM ATAU TERUSKAN REKAMAN TERSEBUT YG MERESAHKAN WARGA🙏🙏🙏MARI KITA SALING KOMPAK DAN SOLID ” RINGAN SAMA DI JINJING BERAT SAMA DI PIKUL” JGN JUSTRU SALING MENJATUHKAN TEMAN TKS WASSALAM_🙏🙏🙏

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPBD Kota Palopo, Anthonius Dengen, meminta masyarakat tidak percaya terhadap rekaman suara yang beredar melalui pesan berantai lewat WA dan jejaring sosial, yang menyatakan Kota Palopo akan dilanda banjir beberapa jam ke depan. Rekaman suara yang beredar tersebut ditegaskan Anthonius Dengen adakah hoax dan tidak benar, yang berpotensi meresahkan masyarakat.

“Itu hoax saya selaku Kepala BPBD Palopo tidak pernah mengeluarkan imbauan seperti apa.yang disampaikan dalam rekaman suara tersebut. Masyarakat jangan terprovokasi dengan berita hoax,” tegas Anthonius Dengen kepada KORAN SERUYA, Rabu malam.

Dalam rekaman berdurasi 0:52 detik itu terdengar suara seorang laki-laki. Ia mengimbau kepada masyarakat Palopo untuk waspada karena hujan keras di wilayah pegunungan. Dalam 3-4 jam ke depan akan terjadi banjir.

Rekaman suara tersebut juga menyebut bahwa informasi itu berasal dari BMKG yang disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palopo, Antonius Dengen dan Basarnas Kota Palopo. Akibat rekaman yang beredar itu membuat sejumlah warga Kota Palopo panik. Apalagi, beberapa hari terakhir ini, Kota Palopo dilanda bencana banjir dan longsor.

Menurut Anthonius Dengen, ada oknum yang sengaja menyebar rekaman suara tersebut melalui pesan berantai. Oknum tersebut diduga seorang PNS, tetapi bukan PNS di BPBD Kota Palopo.

“Kami telah telusuri penyebar rekaman suara itu, diduga diedarkan oknum PNS. Entah apa maksud dan tujuannya, di tengah beberapa bencana alam terjadi di beberapa wilayah di Palopo,” katanya. (“**)

ADVERTISEMENT