REKRUTMEN CPNS: Daerah Prioritaskan Guru dan Tenaga Kesehatan

340
ilustrasi

JAKARTA–Kabar gembira bagi para pencari kerja (pencaker) yang selama ini menanti rekrutmen CPNS. Pemerintah tidak lama lagi akan melakukan penerimaan CPNS 2019. Malah, penerimaan CPNS tersebut dibuka setelah pelantikan presiden.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin menyebutkan, perekrutan CPNS ini akan dimulai 25 Oktober. “Mulai 25 Oktober. Sudah siap,” kata Syafruddin di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Untuk formasi penerimaan CPNS tahun ini, kata dia, ada sebanyak 100.000 formasi. Dari 100.000 formasi yang ada tersebut, kebanyakan dari tenaga pendidikan dan kesehatan.

Formasi yang diprioritaskan tersebut, untuk mendukung pengembangan nasional, terutama guru dan tenaga kesehatan, serta tenaga teknis lainnya untuk pengembangan SDM dan Infrastruktur.

Menpan tak menampik, jika formasi kebutuhan daerah akan lebih diutamakan guru dan tenaga kesehatan. “Kita sedang memperbaiki komposisi, pegawai kita sekarang masih didominasi oleh pegawai administrasi umum. Nah kita ingin mengubah, yang lebih kita prioritaskan adalah tenaga teknis. Daerah prioritaskan guru dan tenaga kesehatan,” kata dia.

Pada seleksi CPNS tahun ini, dia mengatakan, pemerintah juga menyediakan kuota khusus formasi untuk pelamar penyandang disabilitas, cumlaude, diaspora, serta Putra Papua/Papua Barat. Kendati demikian, dia belum dapat memastikan jumlah kuota khusus itu.

Menpan mengatakan untuk penerimaan CPNS 2019, para pelamar yang pada seleksi CPNS 2018 lulus PI atau seleksi kompetensi dasar (SKD) tetapi tidak bisa lulus menjadi PNS dapat menggunakan nilai yang lama dan bisa langsung mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Mereka diberi kesempatan untuk menggunakan nilai yang lama, jadi bisa langsung ikut SKB. Namun demikian, apabila mereka ingin mengulang mengikuti seleksi SKD mereka diberi kesempatan mengulang dan yang akan dipergunakan adalah nilai yang lebih baik,” kata dia.

Informasi menyebutkan, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menggandeng sejumlah instansi pusat dan daerah untuk mendukung pelaksanaan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Setidaknya ada 108 titik lokasi pelaksanaan tes CPNS di seluruh Indonesia.

“Mengenai titik lokasi, di mana BKN sudah menyiapkan 108 titik di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, kemarin.

BKN memprediksi jumlah pelamar CPNS dan P3K yang berlangsung secara serentak pada tahun ini bisa mencapai 5,5 juta orang.

Dia menuturkan, persiapan pelaksanaan rekrutmen ASN dari aspek infrastruktur kini tengah dimatangkan BKN. Ini selaku instansi penyelenggaraan seleksi CPNS secara nasional.

Adapun persiapan infrastruktur di antaranya mencakup sistem pendaftaran daring terintegrasi melalui portal Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) dan penyiapan fasilitas seleksi melalui Computer Assisted Test(CAT BKN).

Sementara itu, Kepala BKPSDM Luwu Timur (Lutim) Kamal Rasyid, ikut mengamini jika rekrutmen CPNS 2019 akan dibuka dalam waktu dekat ini. Dia tak menampik jika tenaga guru dan kesehatan sangat dibutuhkan.

“Intinya memang belum bisa mencukupi kebutuhan pelayanan di sekolah maupun di pusat layanan kesehatan,” ujar Kamal di Malili, kemarin.

Lanjut Kamal, ia masih menunggu jadwal Rakoorda di BKD Provinsi Sulawesi Selatan dan jadwal pembekalan di BKN Regional 4 Makassar. Selain itu, untuk kuota masing-masing formasi di Luwu Timur menurutnya, sudah ada namun belum dapat dipublikasikan.

“Untuk kuota kita sudah terima, tapi belum kita umumkan, nanti setelah ada penetapan baru kita umumkan,” tutur Kamal.

Kamal Rasyid juga mengimbau pada seluruh calon peserta agar tetap memantau pengumuman resmi melalui situs BKN, serta tidak terpengaruh bujukan oknum yang tidak bertanggungjawab (calo).

“Disampaikan dengan hormat bahwa proses penerimaan CPNS tahun 2019 akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, Mari mempersiapkan diri dan tetap memantau pengumuman resmi pemerintah melalui situs BKN dan KemenPAN serta media informasi yang resmi lainnya, jangan terpengaruh hoaks, bujukan dan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab karena proses rekrutmen CPNS bersifat online, terbuka dan transparan,” tegas Kamal. (tim)