Ridwan Bakokang Awali Kunker di Dua Sekolah di Bastem, Ini Temuannya!

603

BASTEM — Ridwan Bakokang, anggota DPRD Luwu, Fraksi PDI Perjuangan melakukan kunjungan kerja pada Jum’at (08/11/2019) di beberapa sekolah yang ada di Basse Sangtempe Utara.

Kunkernya itu ia awali di SDN 637 Bonglo dan SMP 1 Atap Bonglo yang berlokasi di pinggir jalan poros Palopo-Basse Sangtempe Utara.

Dalam kunjungan kali ini, Ridwan ditemani oleh camat Basse Sangtempe Utara yang baru beberapa waktu lalu ditempatkan di lokasi ini. Mereka meninjau kondisi terkini sekolah. Pasalnya, ia menerima laporan bahwa sekolah tersebut mengalami kerusakan pada salah satu atap gedungnya, yang menurut keterangan guru yang ada di lokasi, hingga saat ini belum ada perhatian dari dinas pendidikan dan stakeholder terkait.

“Dari pantauan kami, nampak salah satu gedung sekolah yang ada di SDN 636 Bonglo mengalami rusak berat pada bagian atap, yang katanya beberapa tahun uang lalu dirusak oleh angin, dan hingga kini belum tersentuh sama sekali perhatian dari pemerintah. Selain itu kondisi beberapa ruang kelas yang agaknya cukup minim fasilitas dalan menunjang kelancaran proses belajar mengajar,” urai politisi senior ini.

Bukan hanya itu ruangan SMP 1 atap Bonglo hanya memiliki dua ruangan satu ruangan kelas hanya diberi pembatas dinding tripleks seadanya dan bahkan mengalami kerusakan parah sebagai pembatas kelas 7 dan kelas 8.

Selain gedung sekolah, kekurangan tenaga pengajar juga menjadi problem utama sekolah-sekolah yg ada di hampir semua sekolah yang ada di pelosok Bastem, Bastem Utara dan Latimojong, ada sekolah yg hanya memiliki 1 PNS dan yang lain tenaga honorer namun tidak terlalu aktif.

Ridwan Bakokang menyampaikan akan segera menindaklanjuti keluhan sekolah-sekolah terkait minimnya fasilitas belajar mengajar di wilayah terpencil. Termasuk ketersediaan guru yang kira menjadi problem, hampir di semua sekolah yang ada di beberapa Kecamatan terpencil di Luwu.

“Kami akan memanggil dinas terkait untuk membicarakan permasalahan-permasalahan seperti ini. Kondisi ini tidak hanya terjadi di sekolah ini, masih banyak sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Basse Sangtempe, Basse Sangtempe Utara dan Latimojong yang mengalami hal senada dengan kondisi sekolah ini. Ini sudah merupakan persoalan klasik yang harus kita carikan solusi secepatnya,” pungkasnya. (Rah)