Sebut Inisial M, Jokowi Tinggalkan JK?

996
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Wapres Jusuf Kalla (JK) berharap gugatan syarat cawapres di MK diputus sebelum tanggal 10 Agustus. Apakah Jokowi memang menanti putusan MK sebelum mengumumkan cawapres, ataukah sebaliknya?

JK dalam sebuah diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis 2 Agustus 2018 lalu, terang-terangan berharap gugatan syarat pengajuan cawapres yang diajukan Perindo diputus MK.

“Yang penting, mudah-mudahan sebelum tanggal 10, saya harap seperti itu, mau 10 pagi silakanlah, yang penting jangan tanggal 10 jam 12 malam,” ujar JK.

Nah, MK sempat menjawab pernyataan JK itu dengan ‘tunggu saja’. Namun harapan JK itu juga mendapat tanggapan dari eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie yang berharap MK tidak buru-buru mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

Lantas bagaimana dengan Jokowi?

(BACA JUGA): Bupati Indah Sebut Bahrum Daido Punya Andil Perjuangkan Anggaran ke Lutra

Jokowi sendiri memang belum bicara sama sekali soal kapan pengumuman cawapresnya, juga apakah menanti putusan MK atau tidak. Namun ada sinyal dari Istana Jokowi tak akan memaksakan menunggu putusan MK.

Apalagi, Jokowi telah memberikan bocoran soal siapa sosok yang dia pilih sebagai cawapres mendampingi dirinya. Dia mengatakan sosok itu memiliki inisial ‘M’. Nah, Jika merujuk inisial ‘M’ tersebut, hampir dipastikan bukan JK.

“Depannya pakai ‘M’,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018), kemarin.

Meski demikian, Jokowi tak mau bicara lebih jauh soal sosok itu. Dia hanya mengatakan sudah siap mendaftar ke KPU. Katanya,
kemungkinan akan mendaftar ke KPU sebelum tanggal 10 Agustus 2018 atau sebelum itu.

“Kapan ya 10 Agustus itu?” tanya Jokowi saat bertemu wartawan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

“Jumat Pak,” jawab wartawan.

“Ya, bisa saja, insyaallah,” timpal Jokowi.

Terkait dengan waktunya, Jokowi juga belum memberikan kepastian. “Bisa saja malam, siang, pagi,” katanya.

Saat ditanya lagi mengenai pendaftaran di hari Jumat itu, Jokowi tidak memberikan kepastian. Bahkan, ada kemungkinan pendaftaran dilakukan pada Kamis (9/8), hari ini. “Belum tentu (Jumat-red), besok kan masih ada Kamis. Kan boleh daftar malam, pagi, siang juga boleh,” katanya.

LIBATKAN KPK

Meski belum mau bicara banyak soal sosok yang akan dia pilih sebagai cawapres mendampingi dirinya di Pilpres 2019, Jokowi menegaskan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melihat rekam jejak cawapres yang ‘diincarnya’. “Melibatkan (KPK-red),” katanya.

Kabarnya metode yang digunakan sama seperti memilih menteri beberapa tahun lalu. Jokowi menyetor sejumlah nama, lalu KPK diminta memberi pertimbangan soal rekam jejak nama-nama itu. Untuk nama yang dia pilih, Jokowi mengatakan sudah memutuskan sejak jauh hari. Dia pun meminta publik bersabar menunggu pengumuman darinya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP, M Romahurmuziy mengungkap jadwal deklarasi pasangan Jokowi di Pilpres 2019. Deklarasi pasangan itu dijadwalkan pada hari terakhir pendaftaran Pilpres, penanggalan 10 Agustus 2018.

“Ini hanya sedikit clue, untuk pastinya tunggu Deklarasi pengumuman Cawapres @jokowi Insyaallah tanggal 10 Agustus pada pukul 10.00 WIB,” kicau Romi melalui akun Twitternya, Rabu (8/8/2018), kemarin.

Romi mengakui cawapres berinisial M. Inisial itu tidak keluar dari sepuluh nama yang disampaikan Romi beberapa waktu lalu. Dari sepuluh nama itu, mereka yang berinisial M adalah Muhaimin Iskandar, M Romahurmuziy, KH Ma’ruf Amin, Mahfud MD dan Moeldoko.

Tak cuma inisial, Romi mengungkap kisi-kisi sosok cawapres Jokowi. Yakni, religius, memiliki pengalaman paling luas dalam segala ranah pemerintahan, mewakili warna religiusitas ormas Islam terbesar di Indonesia, dan sudah malang-melintang dalam aneka jabatan publik sejak reformasi. Kisi-kisi ini mengarah ke Mahfud MD.

(BACA JUGA): Polemik Vaksin Rubela, di Luwu Dilanjutkan, Palopo Dihentikan, Kok Beda???

Sementara itu, di kubu Prabowo Subianto, bisa dipastikan tanpa deklarasi pasangan. Ada dua nama yang menguat mendampingi Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu. Yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sandiaga Uno. “Tak ada deklarasi pasangan,” ucap sumber terpercaya dari lingkaran Prabowo yang identitasnya enggan dipublish.

Ia memastikan, Prabowo Subianto akan mendaftar pada hari terakhir. “Deklarasi tidak ada. Langsung daftar 10 Agustus,” pungkasnya. (*/cbd)

ADVERTISEMENT