Sriwijaya Air ‘Lost Contact’ Kemarin, Ini 9 Fakta Baru Kejadian Memilukan Itu

602
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Pesawat nahas Sriwijaya Air SJ182 lost contact di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Sabtu siang kemarin, 9 Januari 2021.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat tersebut terjatuh.

Pesawat Sriwijaya Air dilaporkan take off dari Bandara Soekarno-Hatta dari Jakarta menuju Pontianak, Sabtu (9/1), sekitar pukul 14.36 WIB. Selanjutnya pesawat SJ182 tersebut terakhir kontak sekitar pukul 14.40 WIB.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pesawat tersebut jatuh di sekitar pulau Laki.

ADVERTISEMENT

Sekitar pukul 17.30 WIB, Budi menyebut Presiden Joko Widodo memberikan arahan langsung. Jokowi disebut meminta pencarian dilakukan secara maksimal.

“Pada pukul 17.30 WIB, Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami untuk memaksimalkan upaya pencarian,” ucap Budi Karya dikutip Koran Seruya dari Detikcom.

Budi Karya menyatakan arahan Presiden Jokowi terkait jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 langsung ditindaklanjuti. Aparat pun bergerak dengan mengerahkan kapal-kapal evakuasi.

Berikut Ini 8 Fakta Terkini Jatuhnya Sriwijaya Air di Dekat Pulau Laki:

TNI AL Temukan Titik Koordinat Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

TNI AL menemukan lokasi persis jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 sore tadi di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Pesawat Sriwijaya Air SJ182 disebut berada di sekitar Pulau Laki.

“Titik koordinat sudah ditemukan dan kita sudah kasih seluruh KRI (Kapal Republik Indonesia) yang ada di sekitar laut,” kata Panglima Konlinlamil Laksamana Muda Abdul Rasyid kepada wartawan di JICT II, Jakarta Utara, Senin (9/1/2021).

Abdul mengatakan posisi pesawat berada di sekitar Pulau Laki. Dia menyebut saat ini informasi koordinat pesawat Sriwijaya Air SJ182 sudah disebar ke seluruh unsur di lokasi.

“Di sekitar Pulau Laki, di sana sudah ada posisi dan kita sudah sebar ke unsur,” ucapnya.

Menhub Laporkan Ada 62 Orang Dalam Manifest Pesawat

Menhub Budi Karya Sumadi menyebut ada 50 penumpang dan 12 orang kru di dalam pesawat tersebut. 3 Penumpang di antaranya masih bayi.

“Total penumpang 50 orang bersama 12 kru yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi,” kata Budi Karya dalam jumpa pers yang disiarkan via Zoom, Sabtu (9/1/2021) malam.

Lokasi jatuhnya pesawat diduga di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.

ELT Pesawat Sriwijaya Tak Pancarkan Sinyal Bahaya

Basarnas menyebut ELT atau emergency locator transmitter pesawat nahas itu tidak memancarkan sinyal.

“Kami cek di ELT yang ada di pesawat Sriwijaya 182 (SJ182) itu seluruh pesawat itu sudah teregistrasi di Basarnas ELT-nya. Namun kejadian ini tidak memancarkan. Ini yang nanti perlu kita cross-check, kenapa kok tidak memancarkan. Biasanya akan memancarkan,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsagaan Basarnas Bambang Suryo Aji, dalam konferensi pers daring, Sabtu (9/1/2021).

Bambang belum bisa memastikan dugaan awal ELT pesawat Sriwijaya Air SJ182 tidak memancarkan sinyal saat kejadian. Bambang menegaskan pihaknya masih akan menyelidiki penyebab ELT Sriwijaya Air SJ182 tidak memancarkan sinyal.

“Kami juga belum bisa menyimpulkan secara pasti kenapa tidak bisa memancarkan alat tersebut, termasuk juga kita cross-check ke, sistem satelit yang dimiliki oleh negara tetangga kita adalah Australia. Australia juga tidak menangkap,” kata Bambang.

“Jadi dugaan dari Basarnas kita yang ingin mencari apa penyebabnya tidak bisa memancar ELT tersebut,” sebut dia.

Sriwijaya Air SJ182 Disebut Jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang

Pesawat Sriwijaya Air SJ182/SJY182 rute Jakarta-Pontianak jatuh 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Lokasi jatuhnya pesawat diduga di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.

“Kita mengerahkan alat kita yang ada di Basarnas, kapal dan searider sudah kita berangkatkan menuju titik lokasi yang diduga pesawat itu jatuh. Posisi pesawat setelah lost contact itu berada di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsagaan Basarnas Bambang Suryo Aji, Sabtu (9/1/2021).

Jarak di antara kedua pulau itu adalah 1,5-2 mil. Sedangkan jarak lokasi dan Tanjung Kait, Tangerang, sejauh 3 mil.

“Beberapa informasi di lapangan bahwa ditemukan beberapa serpihan-serpihan dari yang dicurigai, kita masih belum memastikan itu bagian dari pesawat Sriwijaya. Barang-barang itu sudah ada di kapal kita,” ungkapnya.

Kemenhub Ungkap Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Sempat Belok Misterius

Sriwijaya Air SJ182 disebut sempat bergerak ke arah yang tidak sesuai koordinat. Usai bergerak ke arah misterius, pesawat tersebut pun hilang dari layar radar.

Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengungkapkan kronologi hilangnya Sriwijaya Air SJ182 dalam konferensi pers di Bandara Soetta, Sabtu (9/1/2021). Adita menyebut pesawat Sriwijaya Air SJ182 take off pada pukul 14.36 WIB.

“Kemudian pada pukul 14.37 melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach,” sebut Adita.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 kemudian diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standard instrument departure. Adita menyebut Jakarta Approach kemudian melihat pesawat tidak ke arah 075 derajat.

“Pada pukul 14.40 Jakarta Approach melihat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke barat laut atau north west. Oleh karenanya, ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat,” sebut Adita.

“Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari layar radar,” sebut Adita.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Sempat Delay 30 Menit

Kondisi cuaca buruk diduga jadi kendala. Pasalnya sebelum terbang, pesawat Sriwijaya Air SJ182 sempat delay karena cuaca buruk.

“Jadi tadi delay menurut informasi yang saya terima juga bahwa itu akibat hujan deras,” kata Dirut Srwijaya Jeff Jauwena dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (9/1/2020) malam.

Jefferson menambahkan, pesawat tersebut delay saat boarding di Bandara Soekarno-Hatta.

“Makanya ada delay 30 menit saat boarding,” imbuh dia.

Tim Evakuasi Menemukan Kabel, Properti Penumpang Hingga Anggota Tubuh

Tim evakuasi menemukan sejumlah barang yang diduga dari insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perarian Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Kabel hingga anggota tubuh ditemukan oleh tim evakuasi.

Awalnya sejumlah bagian pesawat ditemukan, termasuk benda diduga seluncur darurat.

“Kita berada di atas KN Trisula. Kita menemukan benda ini. Kemungkinan ini merupakan tangga darurat pada saat pintu pesawat,” kata Nakhoda Kapal Patroli KPLP KN Trisula dari Pangkalan PLP Tanjung Priok Kapten Eko Surya Hadi dalam video yang diterima awak media dari Humas Ditjen Perhubungan Laut, Sabtu (9/1/2021) malam.

“Benda ini ditemukan pada pukul 19.45 WIB,” sambungnya.

Tak hanya itu, tim evakuasi juga mengangkut sebuah kantong plastik hitam hingga kabel yang diduga temuan dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Temuan tersebut lalu dimasukkan ke kantong oranye dan dibawa oleh ambulans menuju RS Polri.

Kemudian, Bid Dokes Polda Metro Jaya mengonfirmasi terkait temuan lainnya di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara dini hari tadi. Temuan yang dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam itu bagian anggota tubuh hingga properti diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

“Betul ditemukan 1 body part (anggota tubuh),” kata Kabid Dokes Polda Metro Jaya, Kombes Umar Shahab saat dihubungi, Minggu (10/1/2021). Umar menjawab pertanyaan apakah kantong plastik yang dikirim ke RS Polri dini hari tadi terkait dengan jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.

Tak hanya bagian tubuh, Umar menyebut sebuah properti yang diduga milik penumpang Sriwijaya Air SJ182 juga ditemukan dini hari kemarin. Saat ini pihaknya masih mendalami temuan tersebut di RS Polri.

“1 properti penumpang, saat ini sudah di RS Polri,” ucapnya.

10 KRI-Penyelam Diterjunkan ke Lokasi Jatunya Sriwijaya Air SJ182

Upaya terus dilakukan dalam mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta. Total 10 Kapal Republik Indonesia (KRI) bakal diterjunkan aparat malam ini.

“TNI AL, perlu saya sampaikan, kita siapkan ada 10 kapal KRI malam ini kita siap bergerak,” kata Panglima Komando Armada 1 Laksamana Muda Abdul Rasyid Kacong kepada wartawan di JICT II, Jakarta Utara, Sabtu (9/1/2021).

Yang terbaru, yakni KRI Gilimanuk yang disebut juga membawa serta puluhan penyelam di dalamnya. KRI Gilimanuk langsung diberhentikan di sebuah titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat.

KRI itu diketahui mengangkut puluhan penyelam dari pasukan elit marinir, kopaska dan denjaka serta perlengkapan penyelamatan lainnya. Para penyelam elit ini memang diterjunkan untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Polri Terima Kantong Diduga Jenazah Penumpang Sriwijaya Air

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menerima dua kantong diduga berisi potongan tubuh dan properti penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

“Ya betul ada dua kantong,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Komisaris Besar Polisi dr Umar Shahab, Minggu (10/1/2021).

Dikatakan Umar, satu kantong berisi potongan tubuh diduga penumpang, dan satu kantong lagi properti.

“Satu berisi body part atau potongan tubuh diduga penumpang, satu berisi properti dari penumpang berupa potongan celana jeans,” ungkapnya.

(*/iys)

ADVERTISEMENT