Alhamdulillah, Sinyal “Kotak Hitam” Sriwijaya Air Sudah Terpantau di Perairan Kepulauan Seribu, Tim SAR Gabungan Terus Bekerja

198
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tim SAR gabungan telah menemukan sinyal dari kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh, Sabtu (9/1).

Hadi Tjahjanto memastikan para prajurit TNI akan segera menyelam untuk mencari keberadaan black box di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

ADVERTISEMENT

“TNI polri terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari. Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box bisa dipantau dan kita beri marking,” kata Hadi di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Hadi berkata Tim SAR gabungan juga telah mengidentifikasi lokasi jatuhnya pesawat. Tim sedang dalam upaya mengumpulkan berbagai pecahan pesawat.

ADVERTISEMENT

Hadi juga mengonfirmasi pasukan TNI AL akan melakukan penyelaman. Mereka ditugaskan untuk mengangkat kotak hitam yang akan digunakan untuk penyelidikan kecelakaan pesawat ini.

Panglima TNI bersama Menhub tinjau lokasi ditemukannya serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Foto: Puspen TNI

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama black box tersebut bisa kita angkat sehingga sebagai bahan KNKT untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut,” ujarnya, melansir CNN Indonesia.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Pontianak, Kalimantan Barat hilang kontak pada Sabtu (9/1). Beberapa jam setelah kejadian, pesawat itu dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 12 awak dan 50 penumpang yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Hingga petang ini, Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Selain puing pesawat, mereka juga menemukan potongan tubuh hingga pakaian yang diduga milik penumpang Sriwijaya Air.

(*/iys)

ADVERTISEMENT