Tak Menganggap Mobilnya Diadang, Bupati Luwu Tulis Klarifikasi di Sosial Media

432

BELOPA — Bupati Luwu Basmin Mattayang melakukan klarifikasi soal berita yang viral bersama video pengadangan mahasiswa terkait pemekaran Luwu Tengah yang dalam sepekan terakhir ini jadi bahan bincang elit Sulawesi Selatan yang ada di Jakarta termasuk di Tana Luwu.

Lewat akun Facebook pribadinya Basmin Mattayang Andi Sennu ia mengklarifikasi perihal tersebut, pada Selasa malam (19/11) sekira pukul 23.21 Wita.

Menurut Basmin, rombongannya yang akan menghadiri kegiatan masyarakat di Walmas (Walenrang  Lamasi) hanya berhenti sejenak, dan sama sekali tidak merasa diadang oleh sekelompok pengunjukrasa, karena menganggap para pendemo sebagai anak sendiri.

Berikut kutipan pernyataannya di sosial media:

Sebelum beristirahat, ijinkan saya sedikit memberi klarifikasi berita tentang penghadangan demonstran siang tadi.

Secara pribadi saya tidak merasa dihadang oleh adik-adik atau anak-anak saya yang sedang berjuang menyuarakan terbentuknya DOB Kabupaten Luwu Tengah. Yang terjadi hanyalah diskusi singkat antara saya dengan mahasiswa, yang pada intinya kami sama-sama sepakat untuk terus memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Luwu Tengah dengan menyusun beberapa langkah strategis dan konstitusional. Antara lain dengan meminta Pemerintah Pusat melalui Gubernur Sulawesi Selatan agar memberi Diskresi untuk Luwu Tengah karena berbagai pertimbangan khusus dan mendesak. Insya Allah ditengah kesibukan kami membenahi satu persatu permasalahan yang ada di kabupaten luwu, komitmen saya bersama Wakil Bupati Luwu yang tak lain adalah putra Walmas tidak akan surut sedikitpun dalam hal memperjuangkan DOB Kabupaten Luwu Tengah.

Mohon doata semua, mari berjuang bersama

Demikian Bupati Luwu dua periode itu menulis catatannya yang kemudian mendapat respon positif Warganet, yang dipantau KoranseruYA hingga pukul 1:17 Wita, Rabu (20/11) postingan itu telah dibagikan sebanyak 10 kali. (Iys)