Tambah RTH di Palopo, Revitalisasi Kawasan Masjid Agung Dimulai

2789
Beginilah desain kawasan masjid Agung Luwu Palopo.

PALOPO — Pemerintah Kota Palopo mulai membangun revitalisasi kawasan masjid Agung Luwu Palopo. Dengan pembangunan ini, menambah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Palopo. Diketahui, tahun 2017 lalu pemkot telah membangun 3 kawasan RTH. Penyediaan RTH memang wajib dilakukan.

Pantauan Koranseruya, Kamis (10/5/18), kawasan pembangunannya mulai ditutup. Kantor perusahaan pelaksana dan gudang peralatan mulai dibangun. Anggaran pembangunannya sebanyak Rp4,8 miliar dari APBD TA 2018 yang dilaksanakan oleh PT Sulpi Sukses Abadi selama 180 hari masa kerja.

Kadis PUPR, Anthonius Dengen yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pembangunannya sudah mulai dilakukan. Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo juga telah membebaskan lahannya. Bahkan bangunan yang ada sudah dibongkar untuk kepentingan penataan kawasan Masjid Agung Luwu Palopo menjadi lebih luas dan tertata rapi. “Kita akan tata kawasan Masjid Agung Luwu Palopo lebih indah, cantik dan megah,” kata Anthonius.

Dalam waktu dekat, lanjut Anthonius, Pjs Walikota Palopo, Andi Arwien akan melakukan peletakan batu pertama. “Kita rencanakan, Pjs Walikota yang melakukan peletakan batu pertama pembangunannya,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Hamsyari. Hamsyari mengatakan, pembangunan tersebut untuk mempercantik wajah masjid Agung Luwu Palopo, termasuk penyediaan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Salah satu yang nampak nanti ialah, selain ada air mancur, juga ada tulisan kaligrafi setinggi kurang lebih 8 meter,” katanya.

Sekadar diketahui, revitalisasi kawasan masjid Agung Luwu Palopo ini diusulkan oleh Walikota Palopo non aktif, HM Judas Amir. Anggaran pembangunannya melekat di Dinas PUPR. Saat itu, Judas Amir meminta dukungan masyarakat demi suksesnya pelaksanaan penataan kawasan Masjid Agung Luwu Palopo. Pembangunan ini menambah kawasan RTH di Palopo. “Pemkot menata kawasan Masjid Agung agar masjid ini lebih baik lagi, lebih indah dan jadi icon wisata religi di wilayah utara Sulsel,” kata Judas Amir kala itu. (asm)

Nampak suasana lokasi pembangunan kawasan masjid agung, gudang alat dan kantor pelaksana mulai dibangun. (ft/asmar)